Percepatan waktu tempuh itu guna memfasilitasi atlet, ofisial, dan tamu penting lainnya yang akan terlibat dalam perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu.
Sebab dalam penyelenggaraan multi-event olahraga ini, perlu ada target menit perjalanan dari wisma atlet ke arena bertanding supaya rangkaian acara dapat berjalan tepat waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2017 |
“Ya, mungkin 40 menit masih ditoleransi. Tetapi, kalau sampai 1,5 jam, itu masalah,” kata Erick saat memberikan laporan singkat di hadapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan jajaran pejabat Pemprov DKI, Minggu (12/11).
Proses penyelesaian pembangunan Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran. (Dok. Kementerian PUPR) |
"Nah yang perlu kita antisipasi mengenai traffic management upaya kita harus mengantisipasi dari athlete village ke GBK. Mungkin nanti minta bantuan dari DKI, apakah jalur khususnya bisa yang dipakai melalui busway seperti di Brazil," kata Erick.
Ia juga meminta izin kepada Pemprov DKI, langsung kepada Sandiaga, akan menutup tiga jalur yang mengarah ke kompleks Gelora Bung Karno (GBK) selama perhelatan Asian Games 2018, yakni satu jalur khusus di Jalan Pintu Satu Senayan (depan Hotel Atlet Century Park), Jalan Sudirman (depan Senayan Golf Driving Range), dan depan Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Stadion Gelora Bung Karno Senayan bakal jadi venue utama Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Menanggapi paparan Erick, Sandi meminta agar INASGOC segera berkoordinasi dengan PT Transjakarta soal target waktu tempuh 34 menit.
"Pak Andri, karena (jalan) akan ditutup, dipikirkan rekayasa traffic-nya supaya Asian Games ini sosialiasinya juga bagus ke masyarakat. Jangan masyarakat nanti nggak dapat sosialisasi soal penutupan jalan sehingga terdampak kemacetan," kata Sandi. (bac)
Proses penyelesaian pembangunan Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran. (Dok. Kementerian PUPR)
Stadion Gelora Bung Karno Senayan bakal jadi venue utama Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)