Calon Pelatih Timnas Futsal Indonesia dari Iran dan Australia

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 03/01/2018 23:00 WIB
Calon Pelatih Timnas Futsal Indonesia dari Iran dan Australia Timnas Futsal Indonesia masih mencari sosok pelatih baru. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Futsal Indonesia terus melakukan pendekatan untuk merekrut pelatih asing. Sementara ini, sudah ada dua calon yang paking diminati yakni Ali Sanei dari Iran, dan Steven Knight dari Australia.

Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia, Efraim Ferdinand, menyebut dua nama tersebut adalah kandidat pling kuat untuk menjadi pelatih Timnas Futsal Indonesia.

“Nah yang dari Iran, kami tinggal menunggu kapan Pak Hary Tanoe [Ketua Federasi Futsal Indonesia] bersedia untuk meluangkan waktu. Kebetulan yang dari Iran ini pelatih bagus juga dan masih muda. Kalau pelatih Australia, dia punya pengalaman melatih Timnas [Futsal] Australia,” kata Efraim.


“Dia [Knight] juga direkomendasikan karena kami lihat kalau Australia dengan segala kondisinya bisa tembus Piala Dunia.”
Timnas Futsal Indonesia terus melakukan pendekatan untuk mencari pelatih. (Timnas Futsal Indonesia terus melakukan pendekatan untuk mencari pelatih. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
“Yang kedua, gaya bermain Australia bisa cocok [dengan Indonesia]. Pelatih Australia punya pengetahuan tentang skill dan kecepatan permainan modern,” katanya menambahkan.

Sebagai informasi, Steven Knight adalah pelatih Timnas Futsal Australia di Piala Dunia Futsal 2012.

Lebih lanjut, Efraim sebenarnya menginginkan pelatih yang bisa bekerja sama dengan baik kepada FFI maupun ofisial dan pemain. Ia juga mengharapkan kehadiran pelatih asing bisa memperkaya pengetahuan pelatih lokal melalui pelatihan atau workshop.

“Saya di bagian sisi direktur teknik, dia di bagian sisi pelatih kepalanya, kita bekerja sama untuk memajukan baik itu pengembangan futsal, kompetisi, dan kepelatihan. Bukan hanya memberikan workshop, tapi kami bisa mengumpulkan informasi — itu yang harapkan. Mendatang, kami cari yang bisa transfer ilmu,” ucap Efraim.

“Sebenarnya kalau kami bisa transfer ilmu, yang kami buka adalah jaringan ke luar. Kalau [jaringan] ke AFC tidak ada masalah lah, yang kami butuhkan sebenarnya link ke negara-negara Eropa. Supaya pelatih-pelatih lokal kami bisa masuk ke sana,” ucapnya melanjutkan. (bac)