Pasukan Garuda, yang kali pertama tampil Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak 2016 silam, dipaksa menyerah 1-4 dari Islandia, Minggu (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duet Fachruddin Aryanto dan Hansamu Yama Pranata juga tercatat beberapa kali melakukan sejumlah kesalahan fatal pada laga ini.
Gawang Andritany Ardhiyasa kebobolan empat gol saat Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Lihat juga:Dua Pemain Timnas Indonesia Cedera Ringan |
Setelah lepas dari kawalan Fachruddin, Gudmunsson kemudian berhasil mengecoh Hansamu Yama. Wasit terpaksa menunjuk titik putih setelah Gudmunsson dilanggar Hansamu di kotak terlarang.
Organisasi pertahanan Indonesia masih kurang maksimal. (CNN Indonesia/Andry novelino) |
Fachruddin kembali jadi bulan-bulanan eksploitasi lini serang timnas Islandia. Keladinya lagi-lagi Gudmunsson.
Lewat solo-run dari tengah lapangan, Gudmundsson berhasil mengalahkan Fachrudin dalam duel satu lawan satu sebelum mengirimkan bola ke pojok kiri gawang Andritany.
Barisan pertahanan Timnas Indonesia juga tak sigap mengantisapi bola mati. Ini terbukti pada terjadinya gol kedua yang dicetak Arnor Smarason.
Timnas Islandia memberikan applaus kepada penonton seusai pertandingan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Empat gol yang dicetak Islandia tak semata-mata hanya kesalahan Fachruddin dan Hansamu. Sebab, pertahanan yang solid hanya bisa tercipta lewat organisasi bertahan yang melibatkan seluruh pemain, termasuk dari lini depan.
Luis Milla masih memiliki sisa waktu kurang dari tujuh bulan untuk membenahi sederet kekurangan Timnas Indonesia jelang tampil di Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. (har)
Gawang Andritany Ardhiyasa kebobolan empat gol saat Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Organisasi pertahanan Indonesia masih kurang maksimal. (CNN Indonesia/Andry novelino)
Timnas Islandia memberikan applaus kepada penonton seusai pertandingan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)