Analisis

Rapor Buruk Lini Belakang Timnas Indonesia

Jun Mahares, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 19:55 WIB
Rapor Buruk Lini Belakang Timnas Indonesia Bek Timnas Indonesia Fachrudin Aryanto (kiri) kesulitan meredam gempuran pemain Islandia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Islandia menyisakan segudang pekerjaan rumah bagi pelatih Luis Milla. Buruknya konsentrasi lini belakang jadi celah besar yang mesti dibenahi.

Pasukan Garuda, yang kali pertama tampil Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak 2016 silam, dipaksa menyerah 1-4 dari Islandia, Minggu (14/1).

Timnas Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat Ilham Udin Armaiyn menyusul kesalahan antisipasi kiper lawan di menit ke-29. Namun, pertahanan Indonesia kewalahan menahan gempuran Islandia yang sukses membalas lewat hattrick Albert Gudmundsson dan satu gol Arnor Smarason.


Koordinasi empat pemain belakang Timnas Indonesia sering kali lengah saat menghadapi serangan balik cepat Islandia.

Duet Fachruddin Aryanto dan Hansamu Yama Pranata juga tercatat beberapa kali melakukan sejumlah kesalahan fatal pada laga ini.
Gawang Andritany Ardhiyasa kebobolan empat gol saat Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia.Gawang Andritany Ardhiyasa kebobolan empat gol saat Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Fachruddin misalnya. Bek 28 tahun itu melakukan kesalahan antisipasi terhadap gol pertama Islandia.

Fachruddin gagal membuang bola liar hasil tembakan Gudmundsson yang sempat diblok Andritany Ardhiyasa. Bola liar kemudian dengan mudah diteruskan Gudmunsson untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Fachruddin kembali diperdaya Gudmunsson di menit ke-65. Bek asal Madura United itu gagal menghentikan aksi Gudmunsson yang sukses menembus kotak penalti.

Setelah lepas dari kawalan Fachruddin, Gudmunsson kemudian berhasil mengecoh Hansamu Yama. Wasit terpaksa menunjuk titik putih setelah Gudmunsson dilanggar Hansamu di kotak terlarang.
Organisasi pertahanan Indonesia masih kurang maksimal.Organisasi pertahanan Indonesia masih kurang maksimal. (CNN Indonesia/Andry novelino)
Gudmunsson yang tampil cemerlang bersama PSV Eindhoven dengan mudah mengecoh Andritany. Skor 2-1 untuk keunggulan Islandia.

Fachruddin kembali jadi bulan-bulanan eksploitasi lini serang timnas Islandia. Keladinya lagi-lagi Gudmunsson.

Lewat solo-run dari tengah lapangan, Gudmundsson berhasil mengalahkan Fachrudin dalam duel satu lawan satu sebelum mengirimkan bola ke pojok kiri gawang Andritany.

Barisan pertahanan Timnas Indonesia juga tak sigap mengantisapi bola mati. Ini terbukti pada terjadinya gol kedua yang dicetak Arnor Smarason.
Timnas Islandia memberikan applaus kepada penonton seusai pertandingan.Timnas Islandia memberikan applaus kepada penonton seusai pertandingan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bermula dari sepak pojok Gudmundsson disambut sundulan Ottar Karlsson membentur mistar gawang. Bola liar jatuh ke kaki Smarason yang langsung meneruskan tembakan keras dari jarak dekat.

Empat gol yang dicetak Islandia tak semata-mata hanya kesalahan Fachruddin dan Hansamu. Sebab, pertahanan yang solid hanya bisa tercipta lewat organisasi bertahan yang melibatkan seluruh pemain, termasuk dari lini depan.

Proses transisi pertahanan Indonesia jadi pekerjaan terberat yang mesti dibenahi. Terlebih ketika melakukan transisi menyerang ke bertahan dalam situasi serangan balik.

Luis Milla masih memiliki sisa waktu kurang dari tujuh bulan untuk membenahi sederet kekurangan Timnas Indonesia jelang tampil di Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. (har)