Aksi peringatan 100 hari meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita, pun digelar untuk mengugah ingatan pejabat PSSI soal kasus kekerasan dalam sepak bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suporter Persita Tangerang memperingati 100 hari Banu Rusman. (Dok. Ronald Esya) |
"Tadi aksinya untuk memperingati 100 hari almarhum Banu yang belum ada tindak lanjut dari PSSI. Jadi kami hari ini ingin mengingatkan kembali. Seperti itu," ucap Ronald.
Persita Tangerang masih harus berjuang di Liga 2 musim 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Memang PSMS sudah disanksi denda 30 juta. Namun, mereka beranggapan bahwa dosa supporter ditanggung tim katanya," terang Ronald.
Lihat juga:Sinyal David De Gea ke Real Madrid |
PSSI Bantah Tak Peduli Korban Suporter
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria merespons tuntutan Laskar Benteng Viola. PSSI, lanjut Tisha, sudah menemui perwakilan klub dan suporter hingga mendampingi proses pemakaman.
"PSSI dalam hal ini mewakili PT LIB telah bertemu dengan 25 orang wakil dari Persita. Dari sejak Almarhum berpulang, PSSI mendampingi prosesnya secara nyata," kata Tisha melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.
Catur Juliantono meninggal saat menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Fiji. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Tidak hanya kasus tersebut. Apabila masih ingat almarhum Catur. Hingga laga timnas terakhir, keluarga almarhum selalu menjadi bagian dari PSSI dan mendapatkan undangan untuk mendukung timnas," terang Tisha. (jun/ptr)
Suporter Persita Tangerang memperingati 100 hari Banu Rusman. (Dok. Ronald Esya)
Persita Tangerang masih harus berjuang di Liga 2 musim 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Catur Juliantono meninggal saat menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Fiji. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)