Menpora Minta PSSI Tanggung Risiko Cuti Edy Rahmayadi

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 13:44 WIB
Menpora Minta PSSI Tanggung Risiko Cuti Edy Rahmayadi Edy Rahmayadi resmi cuti sebagai Ketum PSSI jelang masa kampanye Pilgub Sumatera Utara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta PSSI menanggung segala risiko cutinya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI.

Edy mengambil cuti dari 12 Februari hingga 30 Juni lantaran harus fokus berkampanye untuk pemilihan Gubernur Sumatera Utara. Imam mengaku sempat kaget mendengar kabar cuti sang pemimpin PSSI tanpa ada laporan yang resmi.

"Saya mau bertanya apakah boleh seperti itu dalam peraturan FIFA? PSSI kehilangan induk tapi saya yakin PSSI sudah solid," kata Imam ketika bertatap wajah dengan jajaran PSSI di Lantai 10 Kemenpora, Rabu (21/2) pagi.


"Padahal kami sedang menyiapkan 'perang [Asian Games 2018]', tapi saya tidak tahu bagaimana kondisi di dalam [PSSI]. Ada penjelasan lain? Bisa dijelaskan ke saya," katanya menambahkan.

Edy Rahmayadi juga mundur dari jabatan Pangkostrad TNI AD demi Pilgub Sumatera Utara.Edy Rahmayadi juga mundur dari jabatan Pangkostrad TNI AD demi Pilgub Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
PSSI tiba di Kemenpora pada pukul 08.55 WIB. Rombongan induk sepak bola olahraga Indonesia tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum Joko Driyono, beserta Sekjen Ratu Tisha Destria dan Direktur Divisi Komersial Marsal Irwan Masita.

Perwakilan operator dan regulator kompetisi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun turut hadir diwakili CEO dan COO, Risa Adi Wijaya dan Tigorshallom Boboy.

PSSI menjelaskan, keputusan Edy untuk cuti sementara dari jabatannya demi berkecimpung di dunia politik ternyata tidak melanggar regulasi. Namun, ia meminta Plt Ketum PSSI Joko Driyono beserta jajarannya mampu menjalankan roda organisasi dengan baik.

Edy Rahmayadi mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara di Pilgub 2018.Edy Rahmayadi mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara di Pilgub 2018. ( ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
"Pemerintah ingin ini berjalan baik. Kalau dari regulasi internal memungkinkan, itu jadi konsekuensi PSSI," ucapnya melanjutkan.

Sementara itu, Joko Driyono memaparkan bahwa Edy sudah menyampaikan rencana cuti kepada Komite Eksekutif sejak jauh hari. Komite Eksekutif, lanjut Joko, menyetujui dan kemudian melanjutkan kabar tersebut FIFA.

"Dan ini terjadi pada 11 Februari, exco rapat pada 16 Februari dan menyetujui cuti beliau dari 12 Februari sampai 30 Juni. Kemudian tugas-tugas beliau dijalankan wakil ketua umum sebagai pelaksana tugas ketua umum," ujar Joko. (jun/bac)