Lima Pemain Top yang Pernah Berseragam Barcelona dan Chelsea

Jun Mahares, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 23:21 WIB
Lima Pemain Top yang Pernah Berseragam Barcelona dan Chelsea Pedro dan Fabregas merupakan produk La Masia yang bersinar di Chelsea. (Reuters / Peter Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duel sengit babak 16 besar Liga Champions antara Barcelona vs Chelsea bakal tersaji di Camp Nou, Rabu (14/3). Kedua tim wajib saling 'membunuh' demi mengamankan satu tiket ke perempat final.

Pada pertemuan pertama, Chelsea hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Barca di Stamford Bridge. Duel leg kedua ini bakal menjadi penentu siapa yang berhak lolos ke fase selanjutnya.

Di balik laga Barcelona vs Chelsea, kedua klub punya hubungan baik soal transfer pemain.


Tercatat sudah ada 13 pemain yang pernah memperkuat Barcelona dan Chelsea.

Meski demikian, ada lima pemain yang dianggap memberikan kontribusi penting atau tak terlupakan bagi kedua klub. Berikut ini adalah pemain tersebut:

Deco

Deco Souza sempat menjadi andalan lini tengah Barcelona pada periode 2004-2008. Gelandang timnas Portugal berdarah Brasil ini pernah mencicipi dua gelar La Liga dan sebuah trofi Liga Champions 2006 bersama Blaugrana.

Setelah tersisih di Barcelona, Deco sempat berkostum Chelsea.Setelah tersisih di Barcelona, Deco sempat berkostum Chelsea. (Foto: AFP PHOTO / Glyn Kirk)
Deco pun memilih hijrah ke Chelsea setelah perannya di lini tengah mulai tergusur Andres Iniesta. Meski demikian, Deco masih bersinar di Chelsea dan berhasil mempersembahkan satu trofi Liga Primer Inggris dan dua gelar Piala FA.

Eidur Gudjohnsen

Gudjhonsen bersinar saat berseragam Chelsea. Tiba di London sejak 2000, Gudjhonsen menjelma sebagai striker mematikan bersama Jimmy Floyd Hasselbaink pada musim 2001-02.

Eidur Gudjohnsen sempat berkostum Barcelona selama tiga musim dalam kariernya.Eidur Gudjohnsen sempat berkostum Barcelona selama tiga musim dalam kariernya. (Foto: AFP PHOTO / PAUL ELLIS)
Striker asal Islandia ini sukses menorehkan 71 gol dan 31 assist dari total 250 pertandingan bersama Chelsea. Namun, ketajamannya menurun di Barcelona dan hanya mampu mengukir 19 gol dari 114 laga. Meski demikian, ia berhasil mencicipi gelar Liga Champions 2009 bersama Blaugrana.

Samuel Eto'o

Samuel Eto'o menjadi salah satu pemain terbaik Afrika sepanjang sejarah. Striker asal Kamerun itu bersinar bersama Barcelona sebelum hijrah ke Inter Milan dan berlabuh ke Chelsea.

Eto'o tercatat telah mengemas 130 gol dari total 199 penampilannya bersama Blaugrana. Tak hanya sukses meraih dua gelar Liga Champions bersama Barca, Eto'o juga berhasil mengantar Inter juara Liga Champions 2010.

Samuel Eto'o adalah mesin gol Barcelona saat Lionel Messi masih berusia belia.Samuel Eto'o adalah mesin gol Barcelona saat Lionel Messi masih berusia belia. (Foto: AFP PHOTO / LLUIS GENE)
Ia gabung Chelsea pada 2013. Walaupun berstatus sebagai pemain pelapis, Eto'o mencatatkan 35 penampilan dan menyumbang 12 gol selama semusim memperkuat The Blues.

Pedro

Pemain binaan La Masia ini berhasil menembus skuat utama Barcelona pada musim 2008-2009. Namun, kehadiran Neymar dan Luis Suarez menghambat karier Pedro di Barcelona.

Setelah tujuh musim di Barcelona, Pedro akhirnya memutuskan hijrah ke Chelsea pada 2015. Pedro ikut berkontribusi mengantar The Blues menjuarai Liga Primer Inggris di musim 2016-2017.

Pedro Rodriguez sempat diproyeksi jadi andalan Barcelona di masa depan sebelum akhirnya kesulitan mendapatkan tempat reguler.Pedro Rodriguez sempat diproyeksi jadi andalan Barcelona di masa depan sebelum akhirnya kesulitan mendapatkan tempat reguler. (Foto: AFP PHOTO / LLUIS GENE)
Cesc Fabregas

Cesc Fabregas juga merupakan produk La Masia seperti Pedro. Namun, Fabregas matang bersama Arsenal dan sempat digadang sebagai gelandang terbaik dunia.

Kecintaannya pada Barcelona membuat Fabregas kembali pada 2011. Namun, mimpi Fabregas menjadi pemain pilar tak kesampaian. Digadang sebagai pengganti Xavi Hernandez, Fabregas justru tak jadi pemain utama. Ia memutuskan hengkang ke Chelsea setelah Barca mendatangkan Ivan Rakitic.

Sempat menjadi andalan Jose Mourinho di dua musim pertamanya bersama Chelsea. Namun, ia mulai tersisih ketika manajer Antonio Conte datang. Belakangan ia kembali jadi pilihan utama kembali. (jun)