Marcus Gideon, Sempat 'Dibuang' dan Bangkit Sebagai Juara

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 15:16 WIB
Marcus Gideon, Sempat 'Dibuang' dan Bangkit Sebagai Juara Marcus Fernaldi Gideon tak menyangka bisa meraih banyak gelar bergengsi bersama Kevin Sanjaya. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon sukses merebut gelar juara All England 2018, Minggu (18/3). Sebuah gelar yang membuat Marcus semakin dielu-elukan di dunia bulutangkis Indonesia.

Nama Marcus mulai terkenal sejak berpasangan dengan Kevin pada 2015. Prestasinya kian meroket dalam tiga tahun terakhir.

Sebelum dipasangkan dengan Kevin, Marcus lebih dulu mengawali kariernya di sektor ganda bersama Agripina Prima Rahmanto pada 2011 di pelatnas PBSI Cipayung. Hasilnya lumayan, ia meraih dua gelar juara dan dua kali runner up di level turnamen internasional.


Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 9 Maret 1991, itu juga sempat 'kabur' dari pelatnas karena merasa kecewa. Ia dan Agripina batal berangkat ke All England 2013 meski namanya sempat masuk daftar atlet yang bakal dikirim PBSI.

Meski kecewa, Marcus tetap mencari prestasi di luar pelatnas. Berpasangan dengan Markis Kido ia mampu membuktikan kemampuannya lewat dua titel juara, Perancis Terbuka 2013 dan Indonesia Masters 2014.

Kevin/Marcus juara All England 2018.Kevin/Marcus juara All England 2018. (Reuters/Peter Cziborra)
Melihat hasil tersebut, PBSI meminta Marcus pulang ke Cipayung pada awal 2015. Marcus kemudian diduetkan dengan Kevin yang kala itu belum memiliki pasangan.

Tim pelatih sempat bingung untuk mengatur strategi pasangan yang sama-sama punya postur tubuh kecil ini. Namun, keduanya membuktikan bahwa mereka pantas untuk ditakuti di level bulutangkis dunia khususnya di sektor ganda putra.

Bahkan, Kevin/Marcus berhasil mematahkan kutukan juara bertahan All England di nomor ganda putra yang sudah bertahan selama dua dekade usai mengalahkan wakil Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-18 dan 21-17, Minggu (18/3) malam.

Kevin/Marcus sudah mengoleksi 15 gelar internasional.Kevin/Marcus sudah mengoleksi 15 gelar internasional. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)
"Lima tahun yang lalu, tidak ada seorang pun yang percaya saya dapat mencapai semua ini. Banyak dari mereka yang meragukan saya," kata Marcus dalam unggahannya di Instagram usai meraih mempertahankan gelar All England.

Tak hanya itu, pasangan berjuluk Minions menjadi ganda putra Indonesia ketiga yang berhasil juara All England secara beruntun setelah era Tjun Tjun/Johan Wahyudi dan Rexy Mainaky/Ricky Subagja.

Marcus Fernaldi Gideon pernah dipasangkan dengan Markis Kido.Marcus Fernaldi Gideon pernah dipasangkan dengan Markis Kido. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Gelar All England 2018 sekaligus menjadi gelar juara internasional ke-15 yang berhasil diraih Kevin/Marcus di sepanjang karier mereka, termasuk dua trofi All England (2017, 2018) dan BWF Super Series Finals 2017. Dalam setahun terakhir, keduanya juga berhasil meraih tujuh gelar dari sembilan final turnamen terakhir yang mereka jalani.

"Tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Siapa yang tahu bahwa Tuhan sangat memberkati saya. Terima kasih Tuhan atas semua berkah kepada saya," ujar Marcus.

Koleksi trofi kedua pemain ini kemungkinan akan terus bertambah, mengingat usia Marcus yang masih menginjak 27 tahun dan Kevin juga baru 21 tahun. (jun/nva)