Jokowi Anggap Kevin/Marcus Bikin Indonesia Bangga

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 11:16 WIB
Jokowi Anggap Kevin/Marcus Bikin Indonesia Bangga Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi juara All England 2018. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memberi selamat kepada ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang berhasil mempertahankan gelar All England 2018, Minggu (18/3).

Ucapan selamat itu disampaikan Presiden Jokowi melalui akun Twitter resminya, @jokowi, pada Senin (19/3) pagi.

"Selamat atas keberhasilan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang sukses mempertahankan gelar All England," cuit Jokowi.


Ucapan tak bisa disampaikan langsung ke Kevin/Marcus karena saat ini Presiden Jokowi beserta rombongan masih kunjungan kerja di Wellington, Selandia Baru, dan baru tiba di Jakarta pada Selasa (20/3) dini hari WIB.

Kevin/Marcus juara All England 2018.Kevin/Marcus juara All England 2018 setelah mengalahkan ganda Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen. (Reuters/Peter Cziborra)
Dalam cuitannya itu Jokowi juga meminta Kevin/Markus terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia melalui dunia bulutangkis.


"Pertahankan prestasi sekarang untuk meraih prestasi lainnya. Indonesia bangga! -Jkw," cuit Jokowi.

Kevin/Marcus merebut gelar All England 2018 setelah mengalahkan wakil Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan skor 21-18 dan 21-17 pada laga final yang digelar di Arena Birmingham, Birmingham.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil mempertahankan gelar All England 2018. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil mempertahankan gelar All England 2018. (ANTARA FOTO/Handout/Humas PBSI)
Ini menjadi gelar kedua Kevin/Marcus di ajang All England setelah pada tahun lalu sukses mengalahkan pasangan China, Li Junhui/Liu Yuchen, 21-19 dan 21-14.

Kevin/Marcus juga jadi ganda putra pertama Indonesia yang berhasil mempertahankan gelar All England dalam dua dekade terakhir, menyamai rekor Ricky Subagdja/Rexy Mainaky yang berhasil mengoleksi dua gelar beruntun pada 1995 dan 1996.

"Tentunya senang bisa mempertahankan gelar, apalagi gelar yang bergengsi, jadi luar biasa. Kunci kemenangannya fokus poin demi poin, tidak membuat kesalahan sendiri, seminim mungkin kami buat kesalahan dan selalu fokus," ujar Kevin usai laga dikutip dari situs resmi PBSI. (jun/har)