Analisis

Kevin/Marcus Tangkal Semua Jurus Boe/Mogensen di All England

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 18:58 WIB
Kevin/Marcus Tangkal Semua Jurus Boe/Mogensen di All England Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil jadi juara All England dua tahun beruntun. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menjalani laga sengit lawan Mathias Boe/Carsten Mogensen, mulai dari adu teknik hingga adu mental dan urat syaraf. Boe/Mogensen menunjukkan perlawanan yang sengit, tetapi pada akhirnya Kevin/Marcus bisa berdiri di podium tertinggi.

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon memulai laga ini dengan persiapan di semua sisi, baik teknik, fisik, maupun mental. Pasalnya, Mathias Boe/Carsten Mogensen adalah ganda yang memberi tekanan kuat dari segi mental untuk lawan-lawannya.

Kevin/Marcus memulai laga dengan sangat baik saat mereka langsung tampil agresif dan unggul 5-1 dan berlanjut menjadi. Dalam momen ini, bukan hanya serangan Kevin/Marcus saja yang punya andil memberikan angka demi angka, melainkan juga kecermatan mereka membaca situasi. Dua kali flick serve yang dilakukan ganda Denmark itu bisa dibaca dengan baik dan malah jadi bumerang bagi Boe/Mogensen.

Defense yang diperagakan oleh Kevin/Marcus di awal gim pertama juga jadi kunci keberhasilan mereka meninggalkan Boe/Mogensen. Kevin/Marcus mampu bertahan dari serangan agresif Boe/Mogensen yang diselingi oleh penempatan-penempatan bola yang menyulitkan. Alhasil, Kevin/Marcus unggul 11-6 saat interval.


Ketika semua seolah berjalan baik-baik saja, Boe/Mogensen perlahan mulai melakukan serangan balik dan memberikan tekanan pada Kevin/Marcus. Pada pertengahan gim pertama, Boe/Mogensen banyak dinaungi keberuntungan.
Mathias Boe/Carsten Mogensen sempat memberikan tekanan di pertengahan gim pertama.Mathias Boe/Carsten Mogensen sempat memberikan tekanan di pertengahan gim pertama. (Foto: AFP PHOTO / Paul ELLIS)
Dua kali serangan Kevin/Marcus menyangkut di net, pukulan Boe yang tetap masuk setelah membentur net, dan pengamatan yang salah dari Kevin/Marcus membuat skor menjadi 15-15.

Boe/Mogensen terus memainkan perang urat syaraf dengan berbagai gesture dan gerakan yang mereka lakukan setelah meraih poin. Mereka yakin momentum untuk mereka sudah datang.

Dalam situasi kritis ini, Kevin/Marcus bisa tetap menjaga emosi mereka. Alur serangan juga bervariasi, tidak hanya sekadar smes membabi-buta. Kevin/Marcus terus menjaga keunggulan sedangkan Boe/Mogensen tetap memberikan tekanan hingga kedudukan 19-18.

Saat kedudukan ini, giliran keberuntungan yang menaungi Kevin/Marcus. Servis yang dilakukan Mogensen menyangkut di net yang membuat Kevin/Marcus meraih game point. Pada momen berikutnya, pengembalian Mogensen pada servis Kevin keluar lapangan. Pertandingan di gim pertama berakhir dengan 21-18.

Boe/Mogensen Juga Tak Pernah Dapat Momentum di Gim Kedua

Menang di gim pertama merupakan modal besar bagi Kevin/Marcus untuk percaya diri di gim kedua. Boe/Mogensen sebagai pemain yang berpengalaman belum goyah meski kalah di gim pertama.

Boe kembali mencoba melakukan provokasi dengan pura-pura memukul shuttlecock yang arahnya sudah keluar pada kedudukan 7-5. Kevin/Marcus menjawab hal itu lalu dengan serangan cepat yang diakhiri pukulan Kevin di depan net.

Saat Marcus coba melakukan servis, Boe coba mengganggu fokus Marcus. Marcus sempat melancarkan protes pada wasit. Kevin/Marcus lalu menjawab 'perang mental' Boe dengan juga pura-pura memukul shuttlecock yang arahnya sudah keluar.

Setelah kedudukan 7-7, Kevin/Marcus mampu menjaga keunggulan hingga 12-9. Pada titik ini, Boe/Mogensen berhasil memenangkan reli panjang sehingga mereka kembali bisa memberikan tekanan pada Minions.

Servis Gideon difault oleh wasit pada kedudukan 13-12 dan smes Gideon yang keluar tak lama kemudian membuat skor kembali imbang di angka 14-14.

Kevin/Marcus tak membiarkan Boe/Mogensen berbalik unggul begitu saja. Kombinasi dropshot dan smes membuat kevin/Marcus kembali unggul dua angka.16-14.
Defense milik Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon membuat Mathias Boe/Carsten Mogensen tak pernah mendapat momen untuk berbalik unggul di fase krusial.Defense milik Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon membuat Mathias Boe/Carsten Mogensen tak pernah mendapat momen untuk berbalik unggul di fase krusial. (Foto: AFP PHOTO / Paul ELLIS)
Tensi pertandingan makin meninggi karena Boe/Mogensen bisa melakukan serangan balik dan menyamakan kedudukan jadi 16-16 setelah flick serve dari Boe berujung poin.

Dalam kondisi 17-17, Kevin/Marcus sedikit dinaungi keberuntungan karena pengembalian Mogensen ke arah kiri lapangan keluar.

Di sisa laga, Kevin/Marcus menunjukkan cara defense level atas. Mereka mampu bertahan dari serangan Boe/Mogensen. Saat Boe memukul bola tanggung di depan net, Kevin bisa mengembalikan bola meski keseimbangannya goyah. Pukulan Mogensen kemudian membentur net sehingga angka menjadi 19-17. Pun begitu halnya di poin ke-20 ketika pukulan Boe membentur net.

Pada momen match point, Kevin/Marcus juga memulai laga dengan lebih dulu bertahan sebelum mereka melihat kesempatan melakukan serangan balik. Pukulan Kevin di depan net pun mengakhiri perlawanan Boe/Mogensen.

Melihat performa Kevin/Marcus dalam duel lawan Boe/Mogensen tergambar jelas bahwa ganda veteran Denmark itu benar-benar menyajikan perlawanan sengit bagi Kevin/Marcus.

Mereka mencoba berbagai cara untuk bisa menundukkan Kevin/Marcus, mulai dari menarik Kevin ke belakang, membiarkan Kevin/Marcus menyerang, atau dengan memanaskan suasana lewat perang urat syaraf.

Jurus-jurus Boe/Mogensen tak berhasil di laga ini karena Kevin/Marcus sudah bisa menangkal semuanya. Rotasi Kevin dan Marcus kini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Marcus tak mengalami kendala ketika ia harus dipaksa beradu di depan net dan Kevin juga bisa tetap mematikan saat bermain di baseline. Membiarkan Kevin/Marcus menyerang juga sebuah pilihan yang salah bagi Boe/Mogensen. Serangan Kevin/Marcus sangat variatif dan mereka tak akan mudah larut dalam satu alur serangan smes saja dalam situasi tertekan.

Defense milik Kevin/Marcus di laga final kemarin juga sangat menakutkan. Ada beberapa momen ketika seharusnya Boe/Mogensen bisa mendapat poin, tetapi poin berbalik menjadi milik Minions lantaran defense rapat milik Kevin/Marcus.

Boe/Mogensen memang telah berusaha memenangkan laga sengit ini dengan berbagai cara, namun Kevin/Marcus tetap berhasil jadi juara karena mereka punya penawarnya. (bac)