Kevin/Marcus Raih Bonus All England Rp500 Juta

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 19:43 WIB
Kevin/Marcus Raih Bonus All England Rp500 Juta Kevin/Marcus mendapat total bonus Rp500 juta. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juara All England 2018 di kategori ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mendapat total bonus Rp500 juta. Dari jumlah itu, masing-masing mendapatkan bonus sebesar Rp250 juta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon tiba di pintu kedatangan Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat.

Kevin/Marcus diberi kalungan bunga oleh Ketua Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto. Selain itu hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Komandan Kontingen Syafruddin.
Kevin/Marcus menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang juara All England 2018. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)Kevin/Marcus menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang juara All England 2018. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)

Menpora langsung memberikan bonus total Rp500 juta kepada ganda putra nomor satu dunia tersebut.

"Saya tanya ke Kevin/Marcus tentang bonus, mereka jawab bebas. Jadi ya bebas itu maksudnya bisa kasih bonus, bisa tidak," ucap Imam Nahrawi berkelakar saat menyerahkan bonus.

Kevin/Marcus pun mengucapkan terima kasih atas sambutan dan penghargaan yang diberikan kepada mereka.

"Terima kasih sudah datang jauh dan menyambut kami. Tak lupa terima kasih juga untuk suporter Indonesia di luar negeri. Kami senang bisa juara dua kali berturut-turut. Senang sekali bisa membanggakan Indonesia," ujar Marcus.

"Saya sangat senang. Ini salah satu gelar impian. Saya tak menyangka bisa mempertahankan gelar," kata Kevin menimpali.

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi juga tak lupa berterima kasih atas sambutan yang diberikan kepada Kevin/Marcus dan dirinya.

"Terima kasih telah menyambut kami. Ini adalah kerja keras tim. Tanpa kerja sama, tidak bisa menghasilkan Kevin dan Gideon yang seperti sekarang," tutur Herry. (ptr/bac)