KONI Sambut Baik Wacana PON Dua Tahunan

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Sabtu, 21/04/2018 02:00 WIB
KONI Sambut Baik Wacana PON Dua Tahunan KONI setuju PON digelar dua tahunan. (CNNIndonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyambut positif wacana pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang ingin menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) setiap dua tahun sekali.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Inu K Nugroho, mengatakan pihaknya setuju dengan gagasan Kemenpora yang ingin mengubah PON jadi agenda dua tahunan.

"Kami setuju untuk menggelar PON dua tahunan. Tetapi kami tidak akan lepas dari rangkaian pembinaan olahraga berprestasi di dalam menghadapi multi-event internasional, itu yang menjadi pemikiran kami bersama," kata Inu di Kantor KONI Pusat, Jumat (20/4).


"Hanya saja, apakah itu menjadi PON yang sama seperti sekarang, atau menjadi PON Pratama? Itu yang kami jadikan bahasan dalam rapat kerja. Kami belum tahu apakah PON dua tahunan bakal sama besar seperti PON empat tahunan, karena peraturan pemerintahnya pun masih dalam bahasan," ucapnya menambahkan.

KONI Sambut Baik Wacana PON Dua Tahunan
Inu menyampaikan idealnya kalau sudah disetujui, bisa saja merealisasikan hal itu menjadi PON 2022. KONI, katanya, pada dasarnya merespon ide PON dua tahunan itu dan menyetujui.

"Tapi kami tidak bisa lepas dari rangkaian pembinaan olahraga prestasi dikaitkan dengan multi-event internasional. Muaranya ada pada Olimpiade. Sejauh ini sering kali ada gap untuk usia dini. Jadi PON dua tahunan mungkin untuk Pratama," ujarnya.

KONI Pusat akan menyelenggarakan dua kegiatan penting pada 24 dan 25 April mendatang yakni Musornaslub dan Rakernas di Hotel Bidakara.

Dalam Musornaslub, KONI akan menetapkan calon tuan rumah PON ke-21 pada 2024. Ada tiga calon tuan rumah yang sudah diverifikasi antara lain Provinsi Aceh-Sumatera Utara, Bali-Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, PON 2016 digelar di Jawa Barat. Selanjutnya, PON 2020 akan dihelat di Papua. (jun/nva)