Pro-Kontra Boaz Solossa Kembali ke Timnas Indonesia

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 03/05/2018 21:59 WIB
Pro-Kontra Boaz Solossa Kembali ke Timnas Indonesia Boaz Solossa jadi salah satu kandidat pemain senior yang akan dipanggil ke Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana pelatih Timnas Indonesia Luis Milla untuk memanggil kembali Boaz Solossa menuai pro dan kontra di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.

Sebelumnya, asisten pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti mengatakan Boaz jadi salah satu pemain yang masuk ke dalam daftar panggilan untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia usai PSSI Anniversary Cup 2018.

Selain Boaz, ada juga nama lain seperti Greg Nwokolo (Madura United), Beto Goncalves (Sriwijaya FC), dan Riko Simanjuntak (Persija Jakarta).


Meski masih dianggap sebagai sosok penyerang paling disegani di Indonesia, kualitas Boaz mulai diragukan.

Boaz Solossa berpeluang kembali memperkuat Timnas Indonesia.Boaz Solossa berpeluang kembali memperkuat Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Boaz sudah tua dan fisik menurun, demikian juga dengan Greg. Jadi lebih baik panggil Riko sama Beto. Beto bisa memainkan bola berbeda dengan striker lain, dia punya olah bola yang bagus," Muzakky Ramadlan, suporter Timnas Indonesia yang ditemui CNNIndonesia.com di Stadion Pakansari, Kamis (3/5).

Posisi alamiah Boaz sebenarnya penyerang sayap. Kapten Persipura Jayapura ini dikenal dengan kecepatannya menggiring bola dari sisi lapangan. Namun, belakangan lebih banyak diplot sebagai ujung tombak di Timnas Indonesia.

Kecepatan Boaz memang sudah mulai menurun dibandingkan dengan performanya lima tahun silam. Penyerang 32 tahun itu lebih banyak mengatur tempo permainan ketimbang menggiring bola sendirian.

Berbeda dengan Muzakky, penggemar Timnas Indonesia asal Bogor Erick Tegar Setianto justru menantikan kehadiran Boaz kembali memperkuat Merah Putih. Menurutnya, Boaz adalah pilihan paling tepat di antara nama-nama tersebut.

Pro-Kontra Boaz Solossa Kembali ke Timnas Indonesia
"Boaz dan Riko. Mereka sudah matang, mentalnya setebal benteng. Masalah skill ya tidak usah dibicarain lagi. Saya rasa lawan baru melihat mereka berdua saja sudah malas," ujar Erick.

Sejauh ini, Luis Milla menjajal Lerby Eliandry dan Ilija Spasojevic sebagai ujung tombak di PSSI Anniversary Cup 2018.

Lerby Eliandry mendapat kesempatan unjuk gigi di PSSI Anniversary Cup 2018.Lerby Eliandry mendapat kesempatan unjuk gigi di PSSI Anniversary Cup 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ketika berbicara soal kandidat pemain terbaik PSSI Anniversary Cup 2018, keduanya sepakan memilih Febri Hariyadi. Winger Persib Bandung tersebut pemain paling sering merepotkan pertahanan lawan.

"Febri bisa dibilang pemain terbaik karena dia paling bisa mengacaukan pertahanan lawan. Tapi sayang umpannya tak ada yang menyambut. Semoga penyerang Timnas Indonesia bisa ganti dengan yang lebih bagus setelah ajang ini," timpal Muzakky.

"Febri penetrasinya ampuh bikin lawan ketar-ketir. Gavin, karena saat bertahan dia mampu menahan winger lawan dan saat timnas menyerang melalui sokongan dari dia, itu cukup membuat tim lawan pusing," tambah Erick.

Usai PSSI Anniversary Cup 2018, Timnas Indonesia akan menjalani pemusatan latihan sebaga persiapan jelang Asian Games. Mereka juga sedang mencari satu lawan uji coba lagi sebelum pentas di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. (jun/bac)