Dukun di Afrika Diklaim Akan Ganggu Karier Guardiola

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 20:50 WIB
Dukun di Afrika Diklaim Akan Ganggu Karier Guardiola Pep Guardiola diklaim bakal diserang dukun-dukun di Afrika. (Reuters/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para dukun di Afrika diklaim akan berupaya menggagalkan Pep Guardiola meraih gelar Liga Champions musim depan karena menyingkirkan Yaya Toure dari Manchester City. 

Hal tersebut disampaikan Dimitry Seluk, agen dari Yaya Toure, yang menuding Guardiola tidak berlaku adil kepada para pemain Afrika. Hal tersebut diklaim Seluk membuat warga Afrika marah, termasuk paranormal.

"Tuhan melihat semuanya. Sebagai perwakilan dari Yaya, saya tahu pemain saya tidak memiliki kesempatan untuk turun ke lapangan. Dia [Guardiola] membuat seluruh warga Afrika menyerangnya," kata Seluk seperti dilansir The Telegraph.


"Dan saya yakin banyak dukun di Afrika tidak akan membiarkan Guardiola memenangkan Liga Champions di masa depan. Ini adalah kutukan Afrika untuk Guardiola. Kehidupan ini akan menunjukkan apakah saya benar atau salah," katanya menambahkan.

Yaya Toure tersingkir dari skuat utama di bawah arahan Pep Guardiola.Yaya Toure tersingkir dari skuat utama di bawah arahan Pep Guardiola. (Reuters/Eddie Keogh)
Sebelumnya, Toure merasa Guardiola memberi perlakuan berbeda kepada pemain-pemain asal Afrika. Toure secara terang-terangan menungkapkan kejanggalan mantan pelatih Barcelona itu dalam wawancara dengan France Football bertajuk 'Yaya Toure: Saya Ingin Menjadi Satu-satunya yang Merusak Mitos Guardiola'.

Dukun Afrika Bakal Gagalkan Guardiola di Liga Champions
Toure mengalami penyusutan kesempatan main sejak Guardiola datang pada pertengahan 2016. Padahal dalam enam musim sebelumnya, mantan kapten timnas Pantai Gading tersebut adalah pemain kunci Man City.

Yaya Toure dikabarkan bersedia gabung Manchester United.Yaya Toure dikabarkan bersedia gabung Manchester United. (REUTERS/Jason Cairnduff)
Pada musim 2017/2018 Toure hanya bermain sebanyak 17 kali di berbagai kompetisi. Ia bahkan hanya sekali menjadi starter di Liga Primer Inggris, yakni pada laga penutup yang juga menjadi pertandingan terakhir Toure untuk Manchester Biru.

Sementara itu, pihak Manchester City dan Guardiola belum menanggapi tuduhan liar dari Toure tersebut. Namun, Seluk sudah terlanjur 'menuangkan bensin dalam api'.

"Yaya punya banyak penawaran dari berbagai negara, di mana mereka siap untuk bayar banyak uang. Akan tetapi, kami memutuskan untuk mendedikasikan musim depan untuk Guardiola," ucap Seluk.

"Dia [Toure] penuh dengan energi dan ingin bermain musim ini di Inggris. Ini untuk menunjukkan dan membuktikan para penggemar Manchester City bahwa Yaya belum selesai dengan karier sepak bolanya," terangnya. (jun/ptr)