Kisah Sang Kaisar Franz Beckenbauer di Piala Dunia

CNNIndonesia.com, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 17:58 WIB
Kisah Sang Kaisar Franz Beckenbauer di Piala Dunia Franz Beckenbauer dijuluki Sang Kaisar karena memiliki kualitas dan jiwa kepemimpinan di atas rata-rata. (REUTERS/Tobias Schwarz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kualitas tinggi disertai jiwa kepemimpinan di atas rata-rata membuat Franz Beckenbauer dijuluki "Sang Kaisar" oleh rekan setimnya.

Sumbangsih besarnya bagi negara dan klub yang ia bela, pemain kelahiran Munich itu selalu punya tempat tersendiri bagi publik Jerman.

Anak kedua dari pasangan Franz Beckenbauer Sr dan Anothia Beckenbauer itu lahir 73 tahun silam, tepatnya pada 11 September 1945. Di masa kecilnya, pesepakbola top dunia itu sempat dilarang menekuni sepak bola oleh ayahnya karena kesulitan ekonomi setelah era Perang Dunia II berakhir.


Beckenbauer telah bermain untuk tim junior SC Munich saat menginjak usia sembilan tahun. Sejak kecil ia telah bertekad untuk bermain di tim senior Bayern Munchen dan mimpinya itu tercapai.

Franz Beckenbauer mengangkat Piala Dunia 1974.Franz Beckenbauer mengangkat Piala Dunia 1974. (AFP PHOTO/STF)
Debutnya bersama Munchen pada tahun 1964 amat mengesankan. Munchen promosi ke kasta tertinggi Bundesliga Jerman setelah finis di posisi kedua kasta kedua Liga Jerman.

Gelar pertama Bundesliga ia raih bersama FC Hollywood pada musim 1968/1969. Bahkan sejak musim 1972, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar liga secara berturut-turut bagi Bayern di mana ia didapuk sebagai kapten.

Tak berhenti sampai di situ, tiga gelar kejuaraan Eropa dan empat gelar Piala Jerman juga berhasil diraih Beckenbauer. Bersama Die Roten, Der Kaiser mencatatkan 439 penampilan dan mencetak 64 gol.

Gelar Piala Dunia Kedua untuk Der Panzer

Setelah sukses di level klub, Benckenbauer tampil di Piala Dunia 1966. Debutnya terjadi saat Jerman Barat melawan Swiss. Tak dinyana, ia sukses menyumbangkan dua gol saat Jerman Barat melumat Swiss 5-0.

Performa impresif Jerman Barat terhenti di laga puncak saat dikalahkan Inggris dengan skor 2-4. Meski gagal di final, Beckenbauer yang mencetak total empat gol meraih penghargaan pemain muda terbaik (21 tahun) di Piala Dunia 1966.

Franz Beckenbauer sukses sebagai pelatih dan pemain di timnas Jerman.Franz Beckenbauer sukses sebagai pelatih dan pemain di timnas Jerman. (AFP PHOTO/Patrik STOLLARZ)
Beckenbauer kembali memperkuat Jerman Barat pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Ia berhasil mencetak gol krusial ketika Jerman mengalahkan Inggris 3-2 di perempat final. Meski demikian, Jerman Barat harus puas dengan tempat ketiga setelah di pertandingan semifinal dikalahkan Italia dengan skor 3-4.

Sang Kaisar kembali membela timnas saat Jerman menyandang status tuan rumah Piala Dunia pada 1974. Bermain di hadapan publik sendiri, Beckenbauer kembali memimpin skuat Die Mannschaft.

Kesuksesan Jerman Barat di Piala Dunia 1954 kembali terulang. Berjumpa dengan Belanda di partai final, Jerman Barat memastikan gelar juara Piala Dunia untuk kali kedua usai mengalahkan Belanda 2-1.

Timnas Jerman kali terakhir sukses juara Piala Dunia 2014.Timnas Jerman kali terakhir sukses juara Piala Dunia 2014. (AFP PHOTO/ADRIAN DENNIS)
Setelah tiga edisi Piala Dunia memperkuat timnas Jerman Barat, Piala Dunia 1974 menjadi Piala Dunia terakhir bagi Beckenbauer sebagai pemain. Di turnamen internasional lainnya, Beckenbauer membantu Jerman Barat menjuarai Piala Eropa 1972 dan menjadi runner up Piala Eropa 1976.

Piala Eropa 1976 menjadi turnamen resmi terakhir Beckenbauer bersama Jerman Barat sebagai pemain sebelum ia memutuskan untuk pensiun di ajang internasional. Sebanyak 103 penampilan dan 14 gol telah dilakoni Beckenbauer selama membela timnas Jerman Barat sepanjang karier internasionalnya.

Di level klub, Beckenbauer sempat berlabuh ke klub Amerika Serikat, New York Cosmos selama empat musim. Sekembalinya ke Jerman, Hamburger SV menjadi klub terakhir yang ia bela pada 1982 sebelum gantung sepatu.

Kisah Sang Kaisar Franz Beckenbauer
Selama kariernya sebagai pemain, Beckenbauer telah meraih berbagai penghargaan individu, empat kali menyandang Pemain Terbaik Jerman (1966, 1968, 1974, 196) serta dua gelar Pemain Terbaik Dunia Balon d'Or (1972 dan 1976).

Sukses Menjadi Pelatih

Sukses sebagai pemain nampaknya belum cukup bagi seorang Beckenbauer. Usai pensiun sebagai pemain, ia memulai karier sebagai pelatih sukses. Beckenbauer memulai debutnya sebagai pelatih dengan menangani timnas Jerman Barat pada 1984. Dengan peran barunya sebagai pelatih, ia kembali tampil di Piala Dunia 1986 di Meksiko dengan menjadi runner up.

Empat tahun berselang, di Piala Dunia 1990 yang berlangsung di Italia, Beckenbauer mengukir sejarah baru sebagai orang pertama dan satu-satunya yang pernah menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan kapten tim. Jerman Barat mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah setelah mengalahkan Argentina di pertandingan final.

Usai menjuarai Piala Dunia 1990, Beckenbauer melatih klub Prancis, Olympique Marseille. Namun kariernya di Prancis tak bertahan lama dan memutuskan untuk menangani klub lamanya, Munchen pada 1993 dan 1996. Satu titel juara Bundesliga berhasil ia persembahkan kepada Bayern Munchen di musim 1993/1994.

Di usianya yang semakin tua, ia tidak lepas dari sepak bola. Pada tahun 1994, Beckenbauer menjabat sebagai Wakil Presiden Bayern Munchen. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman yang turut menyukseskan pencalonan Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006. (cup/jun)