Pertandingan ini sejatinya berjalan seimbang. Swiss memiliki peringkat FIFA (6) di atas Serbia (34). Namun Serbia punya sederet pemain yang lebih terkenal dibanding Swiss. Sebut saja Nemanja Matic, Sergej Milinkovic Savic, Dusan Tadic, hingga Adam Ljajic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski nama-nama pemain Swiss kalah mentereng dibanding Serbia, tapi tim asuhan Vladimir Petkovic itu mampu bekerja sama dengan lebih baik. Swiss juga selalu sabar mengalirkan bola. Pemain-pemain Nati tidak frustrasi meski upaya mereka membongkar pertahanan Serbia kerap buntu.
Serbia bisa unggul cepat karena beruntung. (REUTERS/Fabrizio Bensch) |
Beroperasi di sayap kanan Shaqiri mendapat penjagaan dari bek Serbia. Meskipun beberapa kali mantan pemain Bayern Munchen masih bisa melepaskan beberapa tembakan, tapi kerap berujung di blok, melebar, atau melayang di atas mistar.
Tidak memiliki penyerang berkualitas membuat Swiss banyak berharap kepada kualitas olah bola dan tendangan Shaqiri. Haris Seferovic yang nyaris 'tidak berfungsi' di babak pertama pun digantikan Mario Garvanovic di awal babak kedua.
Granit Xhaka menyamakan kedudukan di babak kedua. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) |
Itu merupakan salah satu dari lima gol Xhaka yang dicetak dari luar kotak penalti. Total Xhaka sudah mengemas 10 gol bersama timnas Swiss. Gol ke gawang Serbia merupakan yang kedua bagi Xhaka di Piala Dunia.
Setelah kedudukan kembali imbang 1-1, Serbia hanya memiliki satu peluang mencetak gol. Ketika Kolarov memberikan umpan mendatar ke kotak penalti Swiss di menit ke-68 tidak ada pemain Serbia yang menyambutnya. Mitrovic yang masih berusia 23 tahun tampak belum berpengalaman untuk merespons dengan cepat umpan-umpan seperti itu.
Xherdan Shakiri menunjukkan gestur burung elang dengan tangannya. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) |
Swiss tidak saja konsisten dalam menekan, tetapi juga jeli memanfaatkan peluang. Ketika selama 89 menit serangan melalui permainan terbuka kerap gagal, pilihan terakhir adalah melalui serangan balik. Dan serangan yang kembali mengandalkan Shaqiri pada menit ke-90 itu membuahkan hasil.
Swiss pun menang dengan skor 2-1. Dua kaki kiri pemain-pemain Swiss menjadi petaka bagi timnas Serbia di Stadion Kaliningrad. Dalam laga itu Swiss membuktikan mereka pantas berada di posisi yang lebih baik di peringkat FIFA dibanding Serbia.
Aroma Politik di Kaliningrad Arena
Pertandingan Serbia vs Swiss di Stadion Kaliningrad ternyata bukan saja karena gengsi kedua tim, melainkan ada aroma politis di dalamnya. Hal itu sudah dimulai sejak awal laga di mana Shaqiri menempelkan dua bendera berbeda di bagian tumit sepatunya, bendera Swiss di sisi kiri dan Kosovo di sisi kanan.
Dua bendera berbeda di sepatu Xherdan Shaqiri. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) |
Selama konflik Kosovo-Serbia berlangsung, banyak warga Kosovo menjadi pengungsi di beberapa negara Eropa, termasuk Swiss. Alasannya warga Kosovo banyak menderita saat wilayah tersebut masih menjadi provinsi di Serbia.
Lihat juga:Timnas Argentina Merindukan Mauro Icardi? |
(nva)
Serbia bisa unggul cepat karena beruntung. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Granit Xhaka menyamakan kedudukan di babak kedua. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Xherdan Shakiri menunjukkan gestur burung elang dengan tangannya. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Dua bendera berbeda di sepatu Xherdan Shaqiri. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)