ANALISIS

Petaka Dua Kaki Kiri bagi Serbia

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 09:44 WIB
Petaka Dua Kaki Kiri bagi Serbia Gol telat Xherdan Shaqiri berikan kemenangan untuk Swiss. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Swiss meraih kemenangan pertamanya di Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Serbia 2-1 di Stadion Kaliningrad, Jumat (23/6). Swiss tidak mendapatkan tiga poin itu dengan mudah, bahkan harus menunggu hingga jelang laga berakhir.

Pertandingan ini sejatinya berjalan seimbang. Swiss memiliki peringkat FIFA (6) di atas Serbia (34). Namun Serbia punya sederet pemain yang lebih terkenal dibanding Swiss. Sebut saja Nemanja Matic, Sergej Milinkovic Savic, Dusan Tadic, hingga Adam Ljajic.

Serbia beruntung bisa unggul cepat pada menit kelima melalui sundulan Aleksandar Mitrovic memanfaatkan umpan lambung Dusan Tadic. Dikatakan beruntung karena serangan mereka sejak menit awal langsung membuahkan hasil.


Hanya saja, setelah itu kendali permainan praktis dipegang Swiss. Serbia hanya sesekali membalas serangan. Sederet bintang di lapangan tengah Serbia pun seperti tidak berkutik dengan cederung bermain bertahan. Hal itu terjadi karena Swiss menerapkan pressing ketat.

Meski nama-nama pemain Swiss kalah mentereng dibanding Serbia, tapi tim asuhan Vladimir Petkovic itu mampu bekerja sama dengan lebih baik. Swiss juga selalu sabar mengalirkan bola. Pemain-pemain Nati tidak frustrasi meski upaya mereka membongkar pertahanan Serbia kerap buntu.

Serbia bisa unggul cepat karena beruntung.Serbia bisa unggul cepat karena beruntung. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Hingga menit ke-52 sebelum terciptanya gol dari Granit Xhaka, Serbia sebenarya sukses mematikan peran Xherdan Shaqiri. Winger Stoke City menjadi tumpuan Swiss merobohkan benteng Serbia.

Beroperasi di sayap kanan Shaqiri mendapat penjagaan dari bek Serbia. Meskipun beberapa kali mantan pemain Bayern Munchen masih bisa melepaskan beberapa tembakan, tapi kerap berujung di blok, melebar, atau melayang di atas mistar.

Tidak memiliki penyerang berkualitas membuat Swiss banyak berharap kepada kualitas olah bola dan tendangan Shaqiri. Haris Seferovic yang nyaris 'tidak berfungsi' di babak pertama pun digantikan Mario Garvanovic di awal babak kedua.

Granit Xhaka menyamakan kedudukan di babak kedua.Granit Xhaka menyamakan kedudukan di babak kedua. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Di menit ke-52, tendangan Shaqiri berbuah hasil. Bukan menjadi gol, melainkan menjadi jalan bagi Xhaka untuk menyamakan kedudukan. Tendangan kaki kiri Shaqiri diblok Kolarov. Bola liar mengalir ke depan kotak penalti Serbia, tanpa kawalan Xhaka langsung melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di sisi kiri gawang Vladimir Stojkovic.

Itu merupakan salah satu dari lima gol Xhaka yang dicetak dari luar kotak penalti. Total Xhaka sudah mengemas 10 gol bersama timnas Swiss. Gol ke gawang Serbia merupakan yang kedua bagi Xhaka di Piala Dunia.

Setelah kedudukan kembali imbang 1-1, Serbia hanya memiliki satu peluang mencetak gol. Ketika Kolarov memberikan umpan mendatar ke kotak penalti Swiss di menit ke-68 tidak ada pemain Serbia yang menyambutnya. Mitrovic yang masih berusia 23 tahun tampak belum berpengalaman untuk merespons dengan cepat umpan-umpan seperti itu.

Xherdan Shakiri menunjukkan gestur burung elang dengan tangannya.Xherdan Shakiri menunjukkan gestur burung elang dengan tangannya. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Meski serangannya tidak berhasil, Swiss tidak berhenti berusaha. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan baik dari kedua sisi maupun lini tengah. Total ada delapan tembakan yang dilepaskan pemain Swiss di babak kedua, dengan empat di antaranya on target dan salah satunya menjadi gol.

Swiss tidak saja konsisten dalam menekan, tetapi juga jeli memanfaatkan peluang. Ketika selama 89 menit serangan melalui permainan terbuka kerap gagal, pilihan terakhir adalah melalui serangan balik. Dan serangan yang kembali mengandalkan Shaqiri pada menit ke-90 itu membuahkan hasil.

Petaka Dua Kaki Kiri bagi Serbia
Menerima umpan dari lapangan sendiri, Shaqiri yang hanya dikawal satu pemain tidak kesulitan melakukan solo run hingga ke kotak penalti Serbia. Dengan tenang mantan pemain Bayern Munchen ini menyontek bola dengan kaki kiri ke sudut kiri gawang Serbia.

Swiss pun menang dengan skor 2-1. Dua kaki kiri pemain-pemain Swiss menjadi petaka bagi timnas Serbia di Stadion Kaliningrad. Dalam laga itu Swiss membuktikan mereka pantas berada di posisi yang lebih baik di peringkat FIFA dibanding Serbia.

Aroma Politik di Kaliningrad Arena

Pertandingan Serbia vs Swiss di Stadion Kaliningrad ternyata bukan saja karena gengsi kedua tim, melainkan ada aroma politis di dalamnya. Hal itu sudah dimulai sejak awal laga di mana Shaqiri menempelkan dua bendera berbeda di bagian tumit sepatunya, bendera Swiss di sisi kiri dan Kosovo di sisi kanan.

Dua bendera berbeda di sepatu Xherdan Shaqiri.Dua bendera berbeda di sepatu Xherdan Shaqiri. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Shaqiri dan dua pemain timnas Swiss lainnya, Xhaka serta Valon Behrami merupakan pemain berdarah etnis Albania-Kosovo. Negara Kosovo sendiri memilih memerdekakan diri dari Serbia pada 2008.

Selama konflik Kosovo-Serbia berlangsung, banyak warga Kosovo menjadi pengungsi di beberapa negara Eropa, termasuk Swiss. Alasannya warga Kosovo banyak menderita saat wilayah tersebut masih menjadi provinsi di Serbia.

Karena itu, baik Granit Xhaka dan Shaqiri tampak emosional saat merayakan gol yang mereka cetak ke gawang Serbia. Baik Xhaka dan Shaqiri sama-sama menunjukkan gestur burung dengan kedua telapak tangannya. Gestur burung elang itu seperti yang terdapat di bendera Albania. Xhaka dan Shaqiri sama-sama memiliki orang tua asli etnis Albania.

(nva)