Analisis

Southgate, Spons Penyerap Strategi Conte

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 12:23 WIB
Southgate, Spons Penyerap Strategi Conte Gareth Southgate mulai mendapat rasa hormat bersama timnas Inggris. (REUTERS/Dylan Martinez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Inggris sukses ke semifinal Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1990. Strategi 3-5-2 yang diterapkan manajer Gareth Southgate menjadi alasan utama Inggris sejauh ini sukses di Piala Dunia 2018.

Menjadi manajer Inggris secara tidak sengaja pada 27 September 2016 karena Sam Allardyce terkena skandal, tidak sedikit yang meragukan kemampuan Southgate dalam melatih The Three Lions.

Sebagai pemain, tidak ada yang meragukan kemampuan Southgate. Meski tidak pernah merebut gelar bergengsi, Southgate merupakan salah satu bek tengah terbaik Liga Inggris di eranya ketika memperkuat Crystal Palace, Aston Villa, dan Middlesbrough.


Southgate merupakan salah satu bek tengah terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Southgate bahkan sempat menjadi andalan The Three Lions saat mencapai babak semifinal Piala Eropa 1996. Pencapaian itu membuat Southgate mendapat rasa hormat dari para pemain timnas Inggris saat ini.

Gareth Southgate mampu mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain timnas Inggris.Gareth Southgate mampu mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain timnas Inggris. (REUTERS/Sergio Perez)
Sebagai pelatih, pantas kiranya sebagian pihak meragukan Southgate bisa membawa Inggris berbicara banyak di Piala Dunia 2018. Pasalnya, Southgate tidak punya pengalaman melatih di sepak bola internasional sebelum melatih timnas Inggris. Pelatih 47 tahun itu sebelumnya melatih Middlesbrough dan timnas Inggris U-21.

Perlahan tapi pasti Southgate mulai membungkam para pengkritik. Terakhir, Southgate sukses menjadi pelatih pertama yang mampu membawa Inggris melangkah ke semifinal Piala Dunia sejak 1990.

Southgate, Spons Penyerap Strategi Conte
Bicara kunci sukses Southgate di Piala Dunia 2018 tentunya tidak lepas dari formasi 3-5-2 yang digunakan manajer kelahiran Watford tersebut. Sebuah strategi yang diserap Southgate dari hasil pengamatan sejumlah pelatih papan atas dunia di kompetisi Liga Primer Inggris.

Southgate mengaku beruntung memiliki Liga Primer Inggris. Southgate mengatakan mendapat banyak referensi strategi dari mengamati pelatih seperti Juergen Klopp, Antonio Conte, hingga Pep Guardiola.

Gareth Southgate mendapat rasa hormat dari para pemain timnas Inggris.Gareth Southgate mendapat rasa hormat dari para pemain timnas Inggris. (REUTERS/David Gray)
"Kami memiliki sejumlah pelatih terbaik di dunia di liga kami, jadi ada beberapa ide luar biasa. Semakin sering Anda melihat tim bermain, semakin Anda melihat pola permainan yang semakin jelas. Ada banyak gaya dan filosofi bermain," ujar Southgate dikutip dari Reuters.

Meski tidak pernah secara terbuka mengungkapkan ke publik, Southgate jelas sangat terinspirasi dengan strategi yang diterapkan Conte bersama Chelsea dalam dua musim terakhir. Conte sukses merebut gelar Liga Primer di musim pertamanya bersama The Blues menggunakan formasi 3-5-2.

Southgate meniru strategi Conte yang mengandalkan tiga bek tengah, dua bek sayap, satu penyerang tengah dan satu pemain cepat di belakang penyerang. Satu pemain yang mirip dengan peran Eden Hazard di Chelsea dimainkan Raheem Sterling di timnas Inggris.

Dua bek sayap Chelsea yang mengandalkan Marcos Alonso dan Victor Moses diperankan Kieran Trippier dan Ashley Young di skuat The Three Lions. Yang sedikit membedakan mungkin ada di posisi gelandang.


Timnas Inggris akan bertemu Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018.Timnas Inggris akan bertemu Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Dylan Martinez)
Conte biasanya menggunakan dua gelandang bertahan di depan tiga bek, sedangkan Southgate hanya memainkan Jordan Henderson sebagai gelandang bertahan. Sementara Dele Alli dan Jesse Lingard diberi kebebasan untuk membantu serangan.

Bahkan untuk tiga bek di lini belakang Southgate juga meniru Conte. Di Chelsea, Conte menggunakan dua bek tengah dan satu bek kanan untuk mengisi tiga pemain bertahan. Hal itu diikuti Southgate dengan menaruh Harry Maguire, John Stones, dan Kyle Walker.
Formasi 3-5-2 membuat kemampuan terbaik para pemain Inggris keluar. Inggris bisa bermain dengan cepat dan serangan The Three Lions menjadi lebih mengalir.

Strategi Southgate yang mengadopsi gaya permainan Conte hingga kini berjalan sukses hingga membawa Inggris ke semifinal. Sebuah strategi yang sukses membuat Southgate mendapat rasa hormat. (jun)