Kalah dari Owi/Butet, Ganda Malaysia Tertekan Suara Suporter

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Minggu, 08/07/2018 21:24 WIB
Kalah dari Owi/Butet, Ganda Malaysia Tertekan Suara Suporter Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir setelah mengalahkan ganda Malaysia di Indonesia Open 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istana Olahraga (Istora) Senayan Jakarta terkenal karena magis suporter Indonesia yang membuat setiap pemain jadi grogi.

Hal ini pun dirasakan ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying saat kalah dari wakil Indonesia Tontowi/Ahmad Liliyana Natsir di partai final Indonesia Open 2018, Minggu (8/7).

"Kami tidak bisa mendengar suara apapun di lapangan. Dukungan suporter jadi tekanan tersendiri buat kami," ucap Goh usai pertandingan.
Kalah dari Owi/Butet, Ganda Malaysia Tertekan Suara Suporter

Kekalahan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Tontowi/Liliyana sekaligus memperpanjang rekor kekalahan mereka menjadi 1-10.


Terakhir keduanya bertemu di Olimpiade 2016 pada laga yang dimenangi Tontowi/Liliyana.

Kini tinggal tersisa satu kesempatan bagi Chan Peng Soon/Goh Liu Ying untuk coba menaklukkan Tontowi/Butet yaitu di Asian Games 2018, Agustus mendatang.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memenangi Indonesia Open 2018 dengan mengalahkan ganda Malaysia. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memenangi Indonesia Open 2018 dengan mengalahkan ganda Malaysia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Liliyana sendiri telah memastikan pensiun setelah ajang itu selesai.

"Kami harap sebelum (Liliyana) pensiun, kami bisa bertemu sekali lagi dan kami akan memenangkan pertandingan itu," ujar Chan Peng Soon demikian optimistis.

Mimpi itu bukan mudah untuk diwujudkan. Jika bertemu Tontowi/Liliyana, lagi-lagi pertandingan bakal kembali digelar di Istora Senayan dan ganda Malaysia itu tetap harus menghadapi gemuruh suara suporter.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut gelar Indonesia Open pertama mereka. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut gelar Indonesia Open pertama mereka. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Belum lagi performa Tontowi/Liliyana yang dianggap semakin hari semakin tenang di pertandingan.

"Mereka sangat konsisten. Mereka sudah lebih tenang dari pertemuan kami sebelumnya. Kami sudah baik meski belum 100 persen, tapi lawan kami sangat kuat," ungkapnya.

Sejak Indonesia Open pertama kali bergulir pasa tahun 1982, belum ada satu wakil ganda campuran asal Malaysia yang pernah jadi juara.


(vws)


BACA JUGA