7 Fakta Unik tentang Luis Enrique
Arif Hulwan Muzayyin | CNN Indonesia
Selasa, 10 Jul 2018 00:31 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Luis Enrique Martinez Garcia resmi ditunjuk menjadi pelatih timnas Spanyol menggantikan Fernando Hierro usai kegagalan di Piala Dunia 2018.
Timnas Spanyol sendiri hanya mampu tembus hingga babak 16 besar Piala Dunia 2018 usai dikalahkan Rusia lewat adu penalti. Hierro, yang ditunjuk jadi pelatih timnas Spanyol dua hari sebelum ajang sepak bola terbesar itu, memilih mengundurkan diri.
Presiden federasi sepak bola Spanyol (RFEF) Luis Rubiales menegaskan pihaknya tak pernah mengontak pihak lain selain Enrique untuk diajak bicara soal potensi menjadi pelatih La Furia Roja.
Pria kelahiran Gijon, Spanyol, 48 tahun lalu itu, sendiri memiliki sejumlah riwayat uni, baik saat melatih maupun saat menjadi pemain. Berikut fakta-fakta tentang Enrique.
1. Cara unik memantau latihan
Saat melatih Barcelona dan Celta Vigo, ia memasang panggung di tempat latihan demi mendapatkan pandangan yang lebih luas dari atas saat memantau pemain-pemainnya.
2. Kacamata ultraviolet
Enrique menderita penyakit Pterygium atau tumbuhnya selaput di bagian bola mata. Alhasil, ia harus mengenakan kacamata antiradiasi yang bisa melindungi matanya dari paparan sinar matahari dan faktor-faktor penyebab iritasi lainnya.
3. Pemain Real Madrid dan Barcelona
Ia sempat bermain untuk Los Blancos dan menyumbang satu gol saat menumbangkan Blaugrana 5-0 pada 7 januari 1995. Pada 1996, ia meninggalkan madrid dan sepakat dengan kontrak lima tahun bersama Barcelona.
Enrique menjadi pemain ketiga yang meninggalkan Santiago Barnebeu menuju Camp Nou setelah Josep Canal dan Lucien Muller.
4. Penggemar olahraga ekstrim
Usai mendarat di Celta Vigo, Enrique bersepeda mengarungi jalur terberat di pegunungan Dolomites, Italia, yakni Stelvio, Morttrolo, dan Gavia.
Pada 2007, dia menuntaskan maraton sepanjang 42 km kurang dari tiga jam, di Florence, Italia. Selain itu, dia berkompetisi di ajang Marathon des Sables, ajang ketahanan terberat di dunia, dan menyelesaikannya dalam tempo 2 jam 57 menit 58 detik.
Mantan pelatih Barcelona ini juga menyelesaikan kompetisi Ironman, yakni renang 3,86 km, bersepeda 180 km, dan maraton, di Frankfurt dalam tempo 10 jam 19 menit.
5. Masuk di 100 pemain terbaik versi Pele
Legenda Brasil Pele memasukkannya ke dalam FIFA 100, atau 100 pemain terbaik abad ini, versi Pele.
6. Permusuhan dengan Tassoti
Pemain timnas Italia Mauro Tasotti pernah menyikut hidung Enrique hingga berdarah-darah di babak perempat final Piala Dunia 1994 di AS. Namun, Spanyol tak mendapat penalti meski FIFA kemudian memberi sanksi delapan laga bagi Tasotti. Spanyol kemudian kalah 1-2.
"Luis Enrique saat itu ingin membunuh wasit dan Tassotti," kata psikoterapis Spanyol Senen Cortegoso.
Mereka kemudian baru bertemu dan berjabat tangan 17 tahun kemudian saat ia melatih Roma, dan Tasotti menjadi asisten pelatih Milan.
7. Tak malu ungkap keinginan latih timnas
Saat masih melatih Barcelona, Oktober 2015, dan pada April 2018, Enrique jelas mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi pelatih timnas Spanyol.
"Akan sangat menyenangkan menjadi pelatih timnas," aku dia.
Namun, Enrique sadar saat itu masih ada Julen Lopetegui yang masih melatih La Furia Roja.
(bac)
Timnas Spanyol sendiri hanya mampu tembus hingga babak 16 besar Piala Dunia 2018 usai dikalahkan Rusia lewat adu penalti. Hierro, yang ditunjuk jadi pelatih timnas Spanyol dua hari sebelum ajang sepak bola terbesar itu, memilih mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Kacamata ultraviolet
Luis Enrique memakai kacamata hitam. (Albert Gea) |
3. Pemain Real Madrid dan Barcelona
Ia sempat bermain untuk Los Blancos dan menyumbang satu gol saat menumbangkan Blaugrana 5-0 pada 7 januari 1995. Pada 1996, ia meninggalkan madrid dan sepakat dengan kontrak lima tahun bersama Barcelona.
Luis Enrique saat masih bermain bersama Barcelona. (REUTERS/Gustau Nacarino) |
4. Penggemar olahraga ekstrim
Usai mendarat di Celta Vigo, Enrique bersepeda mengarungi jalur terberat di pegunungan Dolomites, Italia, yakni Stelvio, Morttrolo, dan Gavia.
Lusi Enrique dielu-elukan para pemain Barcelona usai meraih juara Liga Champions, 2015. (Fabrizio Bensch) |
Mantan pelatih Barcelona ini juga menyelesaikan kompetisi Ironman, yakni renang 3,86 km, bersepeda 180 km, dan maraton, di Frankfurt dalam tempo 10 jam 19 menit.
Legenda Brasil Pele memasukkannya ke dalam FIFA 100, atau 100 pemain terbaik abad ini, versi Pele.
6. Permusuhan dengan Tassoti
Pemain timnas Italia Mauro Tasotti pernah menyikut hidung Enrique hingga berdarah-darah di babak perempat final Piala Dunia 1994 di AS. Namun, Spanyol tak mendapat penalti meski FIFA kemudian memberi sanksi delapan laga bagi Tasotti. Spanyol kemudian kalah 1-2.
Eks pelatih timnas Sapnyol Fernando Hierro di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Carl Recine) |
Mereka kemudian baru bertemu dan berjabat tangan 17 tahun kemudian saat ia melatih Roma, dan Tasotti menjadi asisten pelatih Milan.
7. Tak malu ungkap keinginan latih timnas
Saat masih melatih Barcelona, Oktober 2015, dan pada April 2018, Enrique jelas mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi pelatih timnas Spanyol.
Julen Lopetegui yang dipecat dua hari jelang Piala Dunia 2018. (Arnd Wiegmann) |
Namun, Enrique sadar saat itu masih ada Julen Lopetegui yang masih melatih La Furia Roja.
(bac)

Luis Enrique memakai kacamata hitam. (
Luis Enrique saat masih bermain bersama Barcelona. (
Lusi Enrique dielu-elukan para pemain Barcelona usai meraih juara Liga Champions, 2015. (
Eks pelatih timnas Sapnyol Fernando Hierro di Piala Dunia 2018. (
Julen Lopetegui yang dipecat dua hari jelang Piala Dunia 2018. (