Kroasia vs Inggris, Duel Perantau Lawan Jago Kandang

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 13:10 WIB
Kroasia vs Inggris, Duel Perantau Lawan Jago Kandang Timnas Kroasia memiliki skuat yang mayoritas bermain di luar negeri. (REUTERS/Henry Romero)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duel timnas Kroasia lawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018 juga menyajikan perbedaan signifikan dari materi tim, yaitu para pemain perantau milik Kroasia dan pemain-pemain jago kandang milik Inggris.

Kroasia saat ini punya materi tim dengan komposisi pemain berkualitas. Nama-nama yang ada di tim Kroasia saat ini membuat tim Piala Dunia 2018 disejajarkan dengan Kroasia di Piala Dunia 1998 yang meraih peringkat ketiga di akhir turnamen.

Munculnya pemain-pemain berkualitas di Kroasia tak lepas dari petualangan dan perantauan pemain-pemain mereka. Dari 23 nama yang ada, hanya Dominik Livakovic dan Filip Bradaric yang berasal dari liga lokal. Namun dua pemain itu sendiri lebih sering duduk di bangku cadangan.


Luka Modric kini jadi salah satu pemain vital di Real Madrid.Luka Modric kini jadi salah satu pemain vital di Real Madrid. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Nama-nama yang menghias skuat inti Kroasia sendiri berasal dari jajaran klub-klub elite Eropa. Luka Modric dan Mateo Kovacic (Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Mario Mandzukic (Juventus), Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic (Inter Milan), Dejan Lovren (Liverpool), dan Danijel Subasic (Monaco) merupakan nama-nama yang punya skill di atas rata-rata mengingat mereka bergabung dengan klub-klub besar Eropa.

Piala Dunia 2018 sendiri bisa jadi kesempatan terakhir bagi generasi saat ini untuk membawa Kroasia berjaya. Umur para pemain kunci macam Modric, Rakitic, Subasic, dan Manduzkic sudah ada di kepala tiga.

Sementara timnas Inggris adalah tim yang berisikan pemain-pemain yang merumput di liga lokal. Seluruh pemain yang ada di timnas Inggris saat ini berasal dari kompetisi Liga Primer Inggris.

Bintang-bintang dari klub-klub besar Liga Inggris macam Manchester United (Marcus Rashford, Ashley Young), Manchester City (Kyle Walker, Raheem Sterling), Tottenham Hotspur (Harry Kane, Dele Alli), hingga Liverpool (Jordan Henderson) bersatu untuk membentuk tim yang solid.

Harry Kane menempa kualitasnya dengan bertarung melawan pemain-pemain top dunia di Liga Primer Inggris.Harry Kane menempa kualitasnya dengan bertarung melawan pemain-pemain top dunia di Liga Primer Inggris. (Foto: REUTERS/David Gray)
Dengan status Liga Primer Inggris sebagai kompetisi terbaik di dunia, pemain-pemain Inggris memang tak perlu merantau keluar negeri untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas.

Pasalnya mereka bisa berhadapan dengan pemain-pemain top dunia dari berbagai negara di Liga Primer Inggris. Duel-duel dan persaingan yang ada, baik di dalam tim maupun melawan tim yang berbeda di lapangan, membuat pemain-pemain Inggris bisa mendapatkan keuntungan.

Hal positif yang terlihat adalah timnas Inggris di Piala Dunia 2018 merupakan salah satu tim dengan rataan umur pemain yang muda. Meski berusia muda, Kane dan kawan-kawan telah menunjukkan bahwa mereka bisa membawa timnas Inggris lolos ke semifinal untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1990. (sry)