Usai Trauma, Southgate Nikmati Gelombang 'It's Coming Home'

Arif Hulwan Muzayyin, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 17:44 WIB
Usai Trauma, Southgate Nikmati Gelombang 'It's Coming Home' Suporter timnas Inggris kerap mendengungkan lagu 'It's Coming Home' di Piala Dunia 2018. (Action Images via Reuters/Ed Sykes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate tak menyangka mendapat dukungan besar dari publik Inggris di Piala Dunia 2018 yang terwakili lewat demam sepenggal lirik lagu 'It's Coming Home'.

"Pastinya saya bangga dengan dukungan yang kami terima. Para pendukung kami sudah lama menderita dalam konteks sepak bola," ujarnya, dalam konferensi pers sebelum pertandingan, dikutip dari AS.

"Antusiasme mereka terhadap para pemain kami, mereka adalah para duta yang luar biasa. Senang mereka [pemain] bisa menikmati saat-saat menggembirakan bermain untuk Inggris saat ini," tambahnya.


Southgate Terkesima Gelombang 'It's Coming Home'Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate merayakan kemenangan atas Swedia. (REUTERS/Dylan Martinez)
Dukungan itu tercermin dari para suporter yang datang langsung ke laga-laga Inggris di Rusia. Mereka kemudian bersama-sama menyanyikan dan menyerukan 'it's coming home', yang merupakan penggalan awal lirik lagu The Three Lions milik grup musik The Lighting Seeds.

Demam lagu yang sama pun merambah media sosial melalui tagar #itscominghome, baik itu dari warga negara Inggris ataupun mereka yang mendukung timnas Inggris dari berbagai negara.

Para suporter larut dalam euforia kemenangan Inggris atas Swedia, di Flat Iron Square, London, 7 Juli.Para suporter larut dalam euforia kemenangan Inggris atas Swedia, di Flat Iron Square, London, 7 Juli. (REUTERS/Henry Nicholls)
Lagu beraroma Brit Pop itu dibuat untuk mendukung timnas Inggris saat jadi tuan rumah Piala Eropa 1996. Berbeda dari lagu dukungan kepada tim sepakbola lainnya, lagu yang musiknya diciptakan Ian Broudie dan lirik yang ditulis komedian David Baddiel dan Frank Skinner ini menyelipkan komedi satir tentang penantian panjang akan gelar juara.

"Thirty years of hurt, never stopped me dreaming. So many jokes, so many sneers, but all those oh so nears," demikian penggalan lirik lagunya.



"Lagu itu tak bisa saya dengar selama 20 tahun. Ada perasaan yang sedikit berbeda kali ini, dan saya senang melihat orang-orang menikmatinya sedikit berbeda," aku Southgate.

Maklum, dia menjadi satu-satunya penendang yang gagal dalam adu penalti melawan Jerman di babak semifinal Piala Eropa 1996. Inggris pun gagal ke final. Padahal, saat itu demam "football is coming home" tengah melanda. Dia pun mengaku sempat trauma.



"Terkadang Anda harus melalui masa-masa sulit dan kegagalan untuk bisa belajar dan mengembangkan diri," ucapnya.

Sepak bola sendiri merupakan olahraga yang disebut berasal dari Inggris. Namun, Negeri Ratu Elizabeth itu baru sekali mencicipi gela rjuara Piala Dunia, yakni di edisi 1966.

Southgate Terkesima Gelombang 'It's Coming Home'
Kini, Southgate yakin dengan kemampuan anak asuhnya yang kebanyakan belum lahir kala ia menghadapi trauma kutukan penalti Inggris pada 1996 itu.

Inggris sendiri akan menghadapi Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Kamis (12/7) dini hari WIB. Jika sukses melewati Vatreni, Harry Kane dan kawan-kawan akan ditantang timnas Prancis di babak final.

(sry)