Spesialis Penahan Penalti di Bawah Mistar Gawang Kroasia

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 16:58 WIB
Para penggawa Timnas Inggris harus bersiap-siap menghadapi kepiawaian Danijel Subasic dalam menghentikan penalti di bawah mistar gawang. Danijel Subasic ketika menyelamatkan tendangan penalti pemain Rusia di perempat final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duel antara timnas Inggris dan Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 bisa saja ditentukan oleh adu penalti, seperti yang dihadapi Kroasia di babak perempat final dan 16 Besar.

Jika skenario itu, terjadi maka akan ada duel dua kiper yang sama-sama piawai dalam menahan penalti.

Di bawah mistar Kroasia terdapat Danijel Subasic. Seperti dicatatkan The Guardian, kiper AS Monaco itu berhasil memblok 42 persen tendangan penalti yang ia hadapi di Ligue 1.


Keandalan ini juga ia tunjukkan ketika Kroasia menang atas Denmark lewat drama adu penalti. Ia menyelamatkan tiga dari lima sepakan yang ia hadapi. Sementara ketika melawan Rusia memblok sepakan penendang pertama.

Sementara itu, Jordan Pickford yang mengawal gawang Inggris juga bukannya tak punya pengalaman dalam menghadapi adu penalti. Ketika melawan Kolombia di 16 Besar, Pickford menyelamatkan tendangan Carlos Bacca yang merupakan penendang kelima. Inggris pun lolos ke perempat final dengan menang penalti 4-3.

Jordan Pickford menahan bola yang dilepaskan Carlos Bacca pada adu penalti di babak 16 besar.Jordan Pickford menahan bola yang dilepaskan Carlos Bacca pada adu penalti di babak 16 besar. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Pickford dan timnas Inggris sendiri telah berlatih adu penalti sejak Maret lalu. Mereka tak ingin mengulangi mimpi buruk generasi-generasi lalu yang kerap tersingkir karena adu penalti.

Sebelumnya The Three Lions selalu dihantui kutukan adu penalti setelah gagal pada Piala Dunia 1990, 1998, dan 2006.

Kondisi ini berbeda dari Kroasia yang tak benar-benar mempersiapkan diri untuk tos-tos-an.

Spesialis Penahan Penalti di Bawah Mistar Gawang Kroasia
"Penalti seperti lotere; Anda tak pernah tahu yang akan terjadi," ujar manajer Kroasia, Zlatko Dalic usai kemenangan melawan Denmark.

"Satu hari sebelumnya, kami berlatih dua seri adu penalti, meski berlatih penalti bukan tujuan kami karena kami selalu coba menyelesaikan semuanya dalam waktu normal."

Seandainya perebutan tiket ke final untuk bertemu Prancis ini benar-benar ditentukan lewat adu penalti, Inggris dan Kroasia bisa menghindari jadi pengambil pertama.

Di Piala Dunia 2018 kali ini, seluruh tim yang mendapat giliran pertama dalam adu penalti tersingkir, yaitu Kolombia, Denmark, Rusia dan Spanyol.

(nva)