Eric Dier: Luka Modric Bisa Ciptakan Momen Ajaib

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 19:22 WIB
Eric Dier: Luka Modric Bisa Ciptakan Momen Ajaib Luka Modric melewati penjagaan dua pemain Rusia, dalam laga Fisht Stadium, Sochi, Rusia, 7 Juli. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang laga melawan timnas Kroasia, gelandang timnas Inggris Eric Dier memuji sekaligus mewaspadai bintang tim berjuluk Vatreni itu, Luka Modric, yang disebutnya bisa menciptakan momen magis di Piala Dunia 2018.

Menurut Dier, Modric adalah salah satu pemain terbaik di ajang Piala Dunia 2018. Keduanya adalah pemain Tottenham Hotspur di era yang berbeda. Modric kini sudah berseragam Real Madrid.

Eric Dier: Luka Modric Bisa Ciptakan Momen Ajaib
"Dia [Modric] adalah pemain fantastis yang bisa menciptakan momen ajaib. Saya pikir dia telah menjadi salah satu pemain luar biasa di Piala Dunia sejauh ini," kata dia, dalam konferensi pers dikutip Marca.


Dier juga menyebut nama Ivan Rakitic yang menjadi motor serangan The Blazers bersama Modric di setiap laga Kroasia. Keduanya disebut Dier sebagai pemain hebat yang menjadi kunci kekuatan Kroasia di Piala Dunia 2018.

" [Modric dan Rakitic] adalah dua pemain hebat, semua orang tahu itu. Namun, semoga kami bisa melakukan pekerjaan kami sebagai tim dan individu untuk bisa menahan mereka," sebut Dier.

Kroasia akan berduel dengan Inggris untuk memperebutkan satu tiket untuk bertemu Prancis di final Piala Dunia 2018. Laga keduanya bakal digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (12/7) pukul 01.00 WIB.

Eric Dier dalam laga melawan Belgia, Kaliningrad Stadium, Kaliningrad, Rusia, 28 Juni.Eric Dier dalam laga melawan Belgia, Kaliningrad Stadium, Kaliningrad, Rusia, 28 Juni. (REUTERS/Marko Djurica)
Meski akhirnya kembali mencicipi semifinal Piala Dunia setelah 28 tahun, Dier menyebut hal itu bukan apa-apa. Inggris, menurut Dier, belum memenangkan apapun sampai bisa mengulang sukses edisi 1966 lalu.

"Saya pikir kami belum berhasil. Keberhasilan adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan, tetapi untuk saya dan untuk semua orang, ini belum berhasil," aku dia.

"Kami lapar [kemenangan] lebih banyak lagi. Mudah-mudahan kami bisa menunjukkannya di semifinal nanti. Tidak ada rasa puas diri, tidak ada pembicaraan selain pertandingan," jelas Dier.

(arh/vws)