Pippa Grange, 'Senjata' Optimisme Inggris di Piala Dunia 2018

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 23:15 WIB
Pippa Grange, 'Senjata' Optimisme Inggris di Piala Dunia 2018 Para pemain timnas Inggris seusai kekalahan dari Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Grigory Dukor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski kalah dari Kroasia, timnas Inggris tetap dinilai berhak mendapat apresiasi karena mampu membawa The Three Lions menembus semifinal Piala Dunia 2018. Keberadaan Psikolog Olahraga Pippa Grange disebut jadi faktor penting kesuksesan.

Harry Kane dan kawan-kawan dipastikan tidak akan memenangkan gelar juara Piala Dunia 2018 usai kalah 0-1 dari Kroasia di babak semifinal, di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (12/7) WIB.

Hal ini tetap jadi rekor tersendiri karena Inggris sebelumnya bisa mencapai babak semifinal Piala Dunia terakhir kali dilakukan 20 tahun lalu pada Piala Dunia 1990 di Italia.


Terlebih, mereka sebelumnya menuai pesimisme publik seiring komposisi skuat yang banyak mengandalkan pemain muda.

Fan Inggris bersedih seusai kekalahan tim kesayangannya di Piala Dunia 2018, di Hyde Park, London.Fan Inggris bersedih seusai kekalahan tim kesayangannya di Piala Dunia 2018, di Hyde Park, London. (REUTERS/Simon Dawson)
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate bereksperimen dengan mendatangkan seorang psikolog yang juga menjabat sebagai Kepala Pengembangan Tim.

Perempuan 47 tahun asal Australia itu merupakan mantan atlet yang menyelesaikan kuliahnya di Universitas Loughborough jurusan Ilmu Keolahragaan.

Salah satu tugasnya adalah mentransformasi budaya olahraga di tim dan melengkapi pemain dengan bimbingan psikologis. Tujuannya, membantu mereka mengarahkan mental dan emosional bertanding agar lebih baik.

Grange tidak hanya menginstruksikan pemain. Ia juga mendorong mereka untuk saling mengenal lebih dekat. Pemain juga mendapatkan sesi berbagi kisah hidup, kecemasan, dan ambisi untuk mencapai tujuan bersama.

Marcus Rashford telungkup meratapi kekalahan timnya atas Kroasia.Salah satu bintang muda Inggris, Marcus Rashford, telungkup meratapi kekalahan timnya atas Kroasia. (REUTERS/Maxim Shemetov)
"Ada pemahaman yang wajar bahwa atlet seperti orang lain, ingin sesuatu yang bisa dipercaya. Sebuah visi yang bisa ditumbuhkan di organisasi yang mereka banggakan," kata Grange.

Kehadiran Grange di tim pun mendapat sambutan baik dari para pemain The Three Lions.

Dele Alli sempat bersitegang dengan Ivan Rakitic dalam laga semifinal Piala Dunia 2018.Dele Alli sempat bersitegang dengan Ivan Rakitic dalam laga semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Carl Recine)
"Dia orang yang luar biasa. Semua orang mendengarkannya ketika dia bicara," kata gelandang Inggris Dele Alli.

Southgate pun menyebut bimbingan psikologis yang diberikan Grange itu memberikan dampak kepada para pemainnya.

Pippa Grange, 'Senjata' Optimisme Inggris di Piala Dunia 2018
"Mereka tidak menujukkan kekecewaan atas hasil kekalahan. Mereka menciptakan sejarah mereka sendiri. Kami harus percaya segala kemungkinan yang terjadi dalam hidup dan tidak larut dalam ekspektasi atau sejarah lalu," tuturnya. (arh/jun)