Fitriani Dilanda Krisis Kepercayaan Diri

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 05:10 WIB
Fitriani Dilanda Krisis Kepercayaan Diri Fitriani berjuang melawan krisis kepercayaan diri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai pebulutangkis tunggal putri Fitriani tengah dilanda krisis kepercayaan diri.

Susy menyoroti penampilan Fitriani dalam Indonesia Open 2018 beberapa waktu lalu. Fitriani gugur di putaran pertama usai kalah dari pebulutangkis Thailand Ratchanok Intanon dengan skor 21-8 dan 21-16 dalam waktu 35 menit.

"Sepertinya kepercayaan diri dia [Fitriani] sedang menurun, jadi memang pastinya ini jadi suatu pekerjaan rumah juga buat kami. Karena memang untuk bisa menemukan kekurangan Fitiani agak sulit," kata Susy Susanti.


"Pertama, Fitriani sifatnya agak tertutup. Kedua, mungkin karena banyaknya kritikan dari sosial media," katanya menambahkan.

Fitriani tersingkir di putaran pertama Indonesia Open 2018.Fitriani tersingkir di putaran pertama Indonesia Open 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Lebih lanjut, Susy mengimbau pencinta bulutangkis Indonesia untuk memberi kritik yang membangun. Sebab, ada pemain bulutangkis yang cepat naik ke papan atas dunia, namun ada pula yang butuh waktu cukup lama untuk berkembang.

"Yang cepat contohnya saya, Mia [Audina], [Haryanto] Arbi. Tapi ada yang butuh waktu lama seperti Mas Joko [Suprianto] atau Hendrawan yang baru matang di usia 27an. Nah, jadi memang tetap harus memberikan semangat yang positif pada atlet," ucap Susy.

Fitriani Dilanda Krisis Kepercayaan Diri
"Ayo terus kerja keras, harus bisa analisis kekalahan agar jadi bekal di pertandingan selanjutnya. Paling tidak mereka harus tahu kelebihan dan kelemahan lawan yang dihadapi. Kalau kalah, kenapa kalah?" ucapnya melanjutkan.

Susy menilai Fitriani tampil di bawah performa sebenarnya. Biasanya, Fitriani selalu bermain dengan skor ketat.

Penampilan Fitriani masih belum stabil jelang Asian Games 2018.Penampilan Fitriani masih belum stabil jelang Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Setelah Kejuaraan Asia, dia main cukup baik. Tapi setelah itu dia hilang. Jadi memang sering turun-naik khusus untuk Fitri," ujar Susy.

"Mungkin berbeda dengan Gregoria [Mariska Tunjung]. Setelah jadi juara junior, mungkin dia juga merasakan krisis kepercayaan diri pada saat Kejuaraan Asia tahun lalu. Grego saat ini ranking 28, target kami sampai 20 besar pada akhir tahun," ujarnya kembali.

Susy bertekad untuk membimbing dan membangkitkan semangat Fitriani. Ia menyadari sulitnya mencari bibit-bibit pemain bulutangkis tunggal putri yang berkualitas.

"Kami ada staf khusus psikolog. Kami berharap dia [Fitriani] lebih terbuka, mengembangkan diri lagi dan belajar dalam banyak hal. Mudah-mudahan dengan tim khusus kami, ada solusinya," tuturnya. (jun)


BACA JUGA