Suryo Agung: Biarkan Lalu Muhammad Zohri Fokus Asian Games

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 08:39 WIB
Suryo Agung: Biarkan Lalu Muhammad Zohri Fokus Asian Games Suryo Agung Wibowo berharap Lalu Muhammad Zohri kembali fokus untuk Asian Games 2018. (Lehtikuva/Kalle Parkkinen via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo, meminta publik tanah air membiarkan Lalu Muhammad Zohri untuk konsentrasi di Asian Games 2018.

Pria yang dijuluki sebagai 'Manusia Tercepat di Asia Tenggara' itu mengatakan agar masyarakat memberikan ruang bagi peraih medali emas Kejuaraan Atletik Dunia 2018 U-20 di Tampere Finlandia itu untuk tetap fokus dan tak teralihkan perhatiannya.

Sepulangnya dari Tempere, Zohri akan kembali menjalani latihan persiapan jelang Asian Games 2018. Zohri turun di dua nomor lomba, estafet 4x100 meter yang peluang juaranya lebih besar dari nomor 100 meter yang juga diikutinya.


Di nomor 100 meter, pelari asal China dan Qatar bakal menjadi lawan terberat Zohri lantaran catatan waktu mereka disebut berada di bawah 10 detik. Untuk bisa bersaing, Zohri butuh kembali fokus pada latihannya.

Sorotan publik yang luar biasa kepada Zohri diharapkan tidak mengganggu konsentrasi dan fokusnya untuk menggapai prestasi terbaik di 'rumah' sendiri.

Seperti diungkapkan Suryo Agung, pemegang rekor tercepat se-Asia Tenggara dengan catatan 10,17 detik atau hanya selsisih 0.01 detik dari yang dibuat Zohri di Tempere lalu.

Lalu Muhammad Zohri diterima Presiden RI Joko Widodo di Istana Presiden. (Lalu Muhammad Zohri diterima Presiden RI Joko Widodo di Istana Presiden. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
"Sekarang tergantung Zohri. Dia harus kembali fokus latihan. Bukan cuma tugas PASI untuk menjaganya, tapi juga kita semua termasuk media."

"Dulu saya sebulan sebelum 2009 (SEA Games Laos) catatan saya 10,25 detik. Pas lombanya bisa 10,17. Semua juga tergantung bagaimana diri, motivasi dalam diri kita sendiri. Mudah-mudahan dia tidak terpengaruh dengan ini semua," tukas Suryo.

Penemu Bakat Lalu Zohri

Sementara itu, pelatih nasional lari Indonesia Eni Nuraeni memuji prestasi yang diraih atletnya Lalu Zohri yang tampil sebagai juara.

Menurut Eni, Lalu Muhammad Zohri memang sudah lama masuk dalam pantauan tim pencari bakat dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Bakat Zohri terlihat ketika ia mampu berlari cepat saat sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya.

Guru SMP yang melihat bakat Zohri itu langsung meminta Zohri untuk bisa fokus di atletik. Terbukti, Zohri akhirnya dilirik masuk ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) sebelum ditarik ke pemusatan latihan nasional di Jakarta.

Zohri bergabung ke Pelatnas Atletik sejak akhir 2017. Semenjak itu, catatan waktu Zohri di nomor 100 meter semakin tajam.

Lalu Zohri saat disambut Menpora RI Imam Nahrawi di Bandara Soekarno Hatta. (Lalu Zohri saat disambut Menpora RI Imam Nahrawi di Bandara Soekarno Hatta. (Foto: CNN Indonesia TV)
Tampil di test event Asian Games 2018 Februari lalu, Zohri meraih medali perak dengan catatan waktu 10,32 detik. Catatan itu terus diperbaikinya sehingga mampu mendapatkan medali emas di Kejuaraan Atletik Junior Asia di Jepang lewat 10,27 detik.

Di Kejuaraan Dunia Atletik Junior di Finlandia, Zohri sempat memperbaiki catatan waktunya saat tampil di semifinal yaitu 10,24 detik sebelum mempertajamnya kembali di final dengan torehan 10,18 detik.

"Bedanya Zohri dengan yang lain, dia punya niat. Dia datang niat mau berhasil. Dia punya motivasi diri dan disiplin yang bagus," kata Eni kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/7).

Sosok atlet 18 tahun itu juga sering melakukan koreksi terhadap penampilannya sendiri. Eni mengatakan, Zohri kerap kali menanyakan kekurangannya saat latihan supaya bisa tampil lebih baik lagi.

"Setelah kita beri tahu kekurangannya, dia selalu berusaha memperbaiki. Ya, anaknya ulet sekali ya. Dia juga orangnya gampang, tidak macam-macam," ungkap Eni bangga.

Selama berada di pelatnas, Eni juga tak pernah membedakan perlakuannya kepada Zohri dan atlet lain. Ia hanya meminta kepada semua atletnya untuk menghilangkan sistem senioritas di dalam pelatnas.

Terlebih, ada tiga senior Zuhri di pelatnas yang juga berasal dari NTB. Ketiga kakaknya itu diminta Eni untuk menjaga Zohri lantaran ia menjadi yang paling muda di kalangan atlet pelatnas lainnya. (sry)