FOTO: Greysia/Apriyani Kandas di Semifinal Kejuaraan Dunia

AFP, PBSI, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 16:23 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia gagal meraih gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 setelah Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah 12-21, 21-23 dari Matsumoto/Nagahara, Sabtu (4/8).

Awalnya Greysia Polii/Apriyani Rahayu merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. Di turnamen ini Indonesia menargetkan satu gelar. (Dok. PBSI)
Pertandingan di semifinal itu adalah yang pertama bagi Greysia/Apriyani dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Kini pasangan Jepang tersebut unggul 1-0 dalam head to head dengan Greysia/Apriyani. (/ AFP PHOTO / Johannes EISELE)
Laga di semifinal berjalan ketat. Greysia Polii/Apriyani Rahayu terus menempel ketat Matsumoto/Nagahara sebelum interval gim pertama. Tetapi setelah interval, Matsumoto/Nagahara bisa melesat dan memenangi pertandingan. (AFP PHOTO / Johannes EISELE)
Kekalahan dari Matsumoto/Nagahara membuat Greysia Polii menyamai pencapaiannya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 yang juga terhenti di semifinal. Ketika itu Greysia berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. (Dok. PBSI)
Di gim pertama, Greysia Polii/Apriyani Rahayu hanya sanggup meraih dua poin beruntun, sementara lawannya Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara mendapat lima poin beruntun. (Dok. PBSI)
Di gim kedua pertandingan berjalan lebih sengit. Greysia/Apriyani bisa meraih lima poin beruntun, sedangkan Matsumoto/Nagahara hanya empat poin beruntun. Tetapi pasangan Jepang itu lebih beruntung dan bisa menutup gim kedua dengan kemenangan 23-21. (AFP PHOTO / Johannes EISELE)
Tumbangnya Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara membuat Indonesia tanpa gelar dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. (AFP PHOTO / Johannes EISELE)
Lolosnya Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara membuat Jepang memastikan satu medali emas dari sektor ganda putri. Karena di pertandingan final nanti, Matsumoto/Nagahara akan berhadapan dengan pasangan Jepang lainnya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. (AFP PHOTO / Johannes EISELE)


BACA JUGA