Selain untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Asian Games, 1962 juga menjadi debut cabor bulutangkis dipertandingkan di pesta olahraga terbesar di Asia itu. Membanggakannya, Indonesia langsung angkat bicara soal prestasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganda putra jadi satu-satunya medali emas yang gagal diraih Tim Indonesia. Kala itu, Tan Joe Hok yang berpasangan dengan Liem Tjeng Kiang harus mengakui kekuatan Tan Ye Khan/Ng Boon Bee dari Malaya.
Tim putra bulutangkis Indonesia yang diperkuat Tutang Djamaluddin, Liem Tjeng Kiang, Ferry Sonneville, Tan Joe Hok dan Abdul Patah Unang juga berhasil meraih medali emas. Perak diambil Thailand dan perunggu direbut Malaya.
Dari sektor putri, Indonesia saat itu terkenal paling kuat. Tak tanggung-tanggung, tiga medali yang diperebutkan bisa diraih Indonesia. Medali emas dibawa pulang Minarni usai menang atas kompatriotnya, Corry Kawilarang sedangkan perunggu diambil Happy Herowati.
Di nomor ganda putri, Minarni yang berpasangan dengan Reto Kustijah berhasil menang dalam duel sesama Indonesia lainnya, Corry Kawilarang/Happy Herowati. Peringkat ketiga direbut Malaya melalui pasangan Tan Gaik Bee/Ng Mei Ling.
Indonesia semakin tak terkalahkan di sektor putri setelah beregu putri yang diwakili Goei Kiok Nio, Happy Herowati, Corry Kawilarang, Retno Kustijah, dan Minarni berhasil mengalahkan Malaya di final.
Cabor lain yang juga turut menyumbangkan medali emas yakni sepeda dengan tiga emas dan satu perunggu, atletik dua emas dan enam perunggu serta lompat indah satu emas, dua perunggu.
Renang juga berpartisipasi menyumbangkan tiga perak dan enam perunggu, tinju lewat dua perak dan dua perunggu, menembak (dua perak, satu perunggu), tenis (satu perak, tiga perunggu), polo air (satu perak), voli indoor (dua perunggu) dan gulat (dua perunggu). (sry)