Di kategori ganda wanita, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara sukses mengalahkan rekan senegara mereka, Yuki Fukushima/Sayaja Hirota, pada laga final di Nanjin China, Minggu (5/8). Matsumoto/Nagahara menang dalam tiga set yang sangat ketat, 19-21, 21-19, dan 22-20.
Jepang kembali mendapat tambahan medali emas di sektor tunggal putra. Pebulutangkis nomor enam dunia, Kento Momota berhasil menaklukkan nomor tiga dunia asal China, Shi Yuqi dengan skor 21-11 dan 21-13.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kento Momota menjadi tunggal pria pertama Jepang yang meraih gelar juara di Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2018. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
China menambah emas kedua mereka berkat kemenangan ganda pria, Li Junhui/Liu Yuchen atas ganda Jepang, Takeshi Kamura/Li Junhui dalam dua set 21-12 dan 21-19.
Satu-satunya gelar yang lepas yang diraih selain China dan Jepang di kategori tunggal wanita. Titel juara itu berhasi disabet pebulutangkis asal Spanyol, Carolina Marin. Peringkat ketujuh dunia itu sukses menaklukkan peringkat kedua dunia asal India, Pusarla V. Sindhu, dalam dua set langsung 21-19 dan 21-10.
Marin juga mencetak sejarah menjadi tunggal wanita pertama dari Spanyol yang sukses meraih tiga titel juara di ajang itu. Ia sebelumnya sukses meraih juara dua kali beruntun pada 2014 dan 2015.
"Kami minta maaf karena kami main tidak seperti ekspektasi masyarakat Indonesia, pengurus PBSI, pelatih, bahkan ekspektasi diri kami sendiri. Kami coba untuk introspeksi kekurangan kami, jadi juara memang harus melewati banyak tahap," ucap Greysia dalam rilis resmi yang diterima CNNIndonesia.com. (bac)
Kento Momota menjadi tunggal pria pertama Jepang yang meraih gelar juara di Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2018. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)