Luis Milla memulai laga dengan formasi yang berbeda dibandingkan laga pertama lawan Taiwan. Hargianto, Bagas Adi, Septian David Maulana, dan Gavin Kwan Adsit kali ini dipercaya untuk turun dari awal.
Masuknya Septian mengisi starting line up bersamaan dengan Stefano Lilipaly, Irfan Jaya, dan Febri Hariyadi membuat Timnas Indonesia memainkan skema false nine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minim Beri Ancaman
Gol Irfan Jaya sempat memberikan kebahagiaan untuk Timnas Indonesia. (INASGOC/Hery Sudewo) |
Saat Timnas Indonesia berusaha menyusun serangan yang lebih tajam ke lini pertahanan Palestina, mereka justru dikejutkan gol kedua. Koordinasi yang kurang baik di lini belakang membuat umpan terobosan Mahmoud Abuwarda bisa diterima oleh Mohamed Darwish. Darwish lalu menghukum Indonesia dengan tendangan kaki kiri yang menggetarkan gawang.
Timnas Indonesia U-23 kesulitan memberikan ancaman ke gawang Palestina. (INASGOC/Charlie) |
Ketika tembakan dilepaskan, kiper Rami Hamada tidak terlalu banyak dikejutkan dan tak harus bersusah payah. Dalam laga ini, tercatat Timnas Indonesia U-23 hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran.
Hal itu menggambarkan kurang tajamnya penyelesaian akhir yang dilakukan oleh Stefano Lilipaly dan kawan-kawan.
Pergantian Bagas Adi dan Irfan Jaya terbilang merupakan paksaan karena ada cedera yang datang.
Palestina lebih sering menebar ancaman sepanjang laga berlangsung. (INASGOC/Ary Kristianto) |
Bertarung Lawan Stamina
Setelah kalah lawan Palestina, Timnas Indonesia tak boleh lagi mengulang kesalahan di dua laga tersisa, lawan Laos dan Hong Kong. Kemenangan di dua laga tersebut akan menggaransi tempat di babak 16 besar.
Rintangan terbesar dalam dua laga mendatang adalah faktor stamina. Timnas Indonesia akan menjamu Laos di tanggal 17 Agustus, dua hari berselang dari laga lawan Palestina. Kemudian laga terakhir lawan Hong Kong digelar pada Senin (20/8).
Luis Milla dituntut harus pintar meracik komposisi tim. Starting eleven ideal kemungkinan besar tidak akan bisa terus dipertahankan lantaran faktor stamina yang tergerus.
Milla harus sudah punya opsi starting line up alternatif yang kekuatannya tidak timpang dibandingkan 11 pemain terbaik yang ada di pikirannya. (bac)
Gol Irfan Jaya sempat memberikan kebahagiaan untuk Timnas Indonesia. (INASGOC/Hery Sudewo)
Timnas Indonesia U-23 kesulitan memberikan ancaman ke gawang Palestina. (INASGOC/Charlie)
Palestina lebih sering menebar ancaman sepanjang laga berlangsung. (INASGOC/Ary Kristianto)