Solo, Kota Pertama Pawai Obor Asian Para Games 2018

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 08:28 WIB
Solo, Kota Pertama Pawai Obor Asian Para Games 2018 Solo jadi kota pertama pawai obor Asian Para Games 2018. (ina2018apg.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Solo menjadi kota pertama yang bakal memulai gelaran pawai obor Asian Para Games 2018. Solo disebut sebagai kota sejarah bagi para atlet disablitas di Indonesia.

Divisi Ceremonies Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Ageng Nugroho menyebut api abadi akan diambil dari Mrapen Jawa Tengah, Rabu (5/9) yang kemudian dibawa menuju Solo menggunakan lentera.

"Obor ini motif batik parang, sebagai identitas budaya Indonesia selaku tuan rumah. Di obor tersebut juga ada logo Asian Para Games, ada kunci obornya juga, jadi apinya tidak selalu statis tapi bisa diukur besar kecilnya," kata Ageng kepada wartawan, Selasa (4/9) malam.


Di obor tersebut juga terdapat tiga cincin yang menandakan kecepatan, kekuatan dan prestasi yang lebih tinggi. Huruf braille juga menjadi bagian dari obor seberat 1,9kg itu untuk mempermudah para atlet tunanetra yang akan membawa obor.

"Dari Mrapen dibawa ke kantor NPC (National Palaympic Committee), lalu dipindahtangankan ke Ketua INAPGOC menggunakan kereta kuda empat rangkaian dibawa sejauh 5,4km dengan 10 titik pos sebelum tiba di Balaikota Solo," ucap Ageng.

Seperti Asian Games 2018, Asian Para Games 2018 juga akan mengambil api untuk obor dari Mrapen.Seperti Asian Games 2018, Asian Para Games 2018 juga akan mengambil api abadi untuk obor dari Mrapen. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Selepas dari Solo, obor akan dibawa ke Ternate untuk kembali digelar pawai bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Kamis (6/9). Kemudian di lanjutkan ke Maksassar (12/9), Bali (16/9), Pontianak (19/9), Medan (23/9), Pangkal Pinang (26/9) dan berakhir di Jakarta (30/9).

Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengungkapkan dimulainya pawai obor di Solo menjadi awal dari rangkaian digelarnya Asian Para Games 2018 pada 6-13 Oktober mendatang di Jakarta.

"Masyarakat harus mendukung Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018. Ini sejarah besar untuk Indonesia yang pertama kalinya menggelar Asian Para Games," sebut Okto.

Tiga sukses yang dicanangkan INAPGOC dalam gelaran ajang multievent olahraga disabilitas terbesar di Asia ini yakni sukses pelaksanaan, administrasi dan warisannya.

"Legacy [warisan] ada dua, pertama obor yang merupakan ikon dari Asian Para Games 2018, kedua legacy kemanusiaan karena menjadi awal perubahan bagi Indonesia sebagai negara yang lebih ramah terhadap disabilitas," tutupnya. (sry/nva)