Skuat Garuda menuai hasil positif usai menjalani laga uji tanding menghadapi kesebelasan berjuluk The Dodo. Kemenangan adalah hal yang jarang didapat ketika Timnas Indonesia bertemu dengan kesebelasan asal Afrika.
Dalam 10 laga sebelumnya menghadapi timnas asal Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF), Indonesia hanya meraih satu kemenangan yakni ketika menjamu Tanzania pada 1997.
Sejak wasit Minoru Tojo membunyikan peluit tanda laga dimulai, Timnas Indonesia yang sering menguasai bola dan sukses memproduksi peluang mencetak gol. Kecepatan Zulfiandi dan kawan-kawan yang berpadu dengan organisasi tim terlihat hampir sepanjang 90 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febri Hariyadi kerap menjadi penyerang sayap di Timnas Indonesia U-23 maupun senior. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Kualitas pertahanan Mauritius yang cukup apik sebenarnya dapat ditembus oleh Tim Merah Putih melalui pergerakan cepat individu maupun umpan terobosan yang menjurus ke jantung pertahanan lawan.
Hansamu Yama Pranata membuka daftar kans Indonesia untuk mengubah angka di papan skor pada menit ke-11. Menyusul tembakan Evan Dimas yang ditahan kiper Jean-Louis Kevin di pertengahan babak pertama.
Evan Dimas merayakan gol ke gawang timnas Mauritius bersama Dedik Setiawan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Dalam catatan statistik pertandingan tercatat selama 2x45 menit Indonesia melepaskan 10 tembakan dan tujuh di antaranya mengarah ke gawang.
"Kami berhasil menahan dengan cara kami. Menit-menit terakhir kami membuat kesalahan. Pemain Indonesia sangat bagus, cepat, dan memiliki variasi serangan bagus. Kami beruntung kiper kami tampil bagus malam ini. Kami kebobolan di menit 89, tapi sebenarnya mereka punya banyak peluang," ujar pelatih Francisco Filho usai laga berlangsung.
Ucapan mantan pelatih tim junior Manchester United itu menegaskan Timnas Indonesia sudah mengalami perubahan yang baik di banyak aspek, namun tidak untuk penyelesaian akhir. Masalah klasik yang muncul seiring ketiadaan ujung tombak andal di dalam negeri.
Boaz Solossa tetap mendapat panggilan menghuni lini serang Timnas Indonesia di usia 32 tahun. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Pemain naturalisasi seperti menjadi pemuas dahaga di tengah keringnya lumbung gol penyerang lokal. Alberto Goncalves dan Stefano Lilipaly pun seolah kian mematenkan anggapan tingkat ketajaman pemain asing berkat gol di Asian Games 2018 lalu.
Lihat juga:Robinho Ungkap Blunder Chelsea pada 2008 |
Jika melihat daftar pencetak gol terbanyak Liga 1 2018, nama-nama asing pun lebih banyak tertera. Hanya ada penyerang veteran Samsul Arif sebagai wakil lokal yang masuk dalam daftar 10 pemain yang paling sering memproduksi gol dengan 10 gol atau terpaut empat gol dari pemimpin daftar topskor Fernando Rodriguez. (ptr)
Febri Hariyadi kerap menjadi penyerang sayap di Timnas Indonesia U-23 maupun senior. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Evan Dimas merayakan gol ke gawang timnas Mauritius bersama Dedik Setiawan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Boaz Solossa tetap mendapat panggilan menghuni lini serang Timnas Indonesia di usia 32 tahun. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)