Maradona dari China Masih Sering Bermain Bola di Usia 63

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 20:58 WIB
Maradona dari China Masih Sering Bermain Bola di Usia 63 Maradona dari China, Zhao Chongshan, masih bermain bola tiga kali sepekan meski sudah memasuki 63 tahun. (AFP PHOTO / -)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zhao Chongshan, selebritas yang dijuluki Maradona dari China masih aktif bermain bola tiga kali sepekan.

Teman-teman memanggilnya Maradona dan media China telah menjulukinya sebagai penggila sepak bola.

Adalah Zhao Chongshan, lelaki 63 tahun yang masih rajin bermain sepak bola. Selama tiga kali dalam sepekan, Chongshan rutin bermain sepak bola dan belum berencana untuk menggantung sepatunya.


Secara kasat mata, Chongshan terlihat seperti seorang kakek yang lembut dan punya seyuman hangat di wajahnya. Kekuatan kaki Chongshan dan bahunya yang lebar membuatnya terlihat seperti pesepakbola profesional.

Tapi di sisi lain, ia adalah seorang selebritas di salah satu wilayah provinsi di China bernama Zhejiang lantaran kebugaran tubuhnya dan kecintaannya yang tanpa batas terhadap sepak bola.

Zhao Chongshan masih antusias bermain sepak bola tiga kali sepekan meski sudah memasuki 63 tahun. (Zhao Chongshan masih antusias bermain sepak bola tiga kali sepekan meski sudah memasuki 63 tahun. (Foto: AFP PHOTO / STR)
"Saya akan tetap bermain selama saya mampu. Saat ini saya rasa, saya tidak punya masalah bermain tiga kali per pekan," kata Chongshan dikutip dari AFP.

"Salah satu motivasi saya adalah, bahwa ini hobi saya dan saya menyukainya. Selain itu, saya berharap bisa menjadi contoh untuk generasi muda saat ini. Jujur, tidak mudah untuk tetap bisa bermain di umur saya yang sekarang," imbuhnya.

Dampak dari rutinitas sepak bola pria yang memilih berposisi sebagai sayap kanan itu tidak bisa diremehkan.

Chongshan mulai bermain sepak bola di jalanan ketika ia masih muda. Menginjak 15 tahun, ia memulai kariernya di dunia sepak bola profesional dengan bergabung bersama Shaanxi mewakili provinsi di China Utara itu sampai usianya yang ke-27 ketika keluarganya memilih pindah ke Kota Hangzhou, tempatnya tinggal sampai saat ini.

Dengan rutinitas yang dilakoninya, Chongshan mengaku tidak ada rahasia untuk menjaga kesehatannya. Terlahir sebagai olahragawan, Chongshan juga masih bermain basket dan tenis meja sampai saat ini.

Sebagai pemain sayap, Chongshan kadang juga sering bermain mengisi lini tengah atau pertahanan jika mobilitasnya sudah terkuras habis. Kaki kanan dan kirinya masih mampu menggiring bola untuk mengecoh musuh-musuhnya.

"Tapi saya belum pernah cedera selama bertahun-tahun karena keterampilan teknis saya bagus. Saya sudah melewati bola sebelum saya ditutup," ucap Chongshan menenangkan.

Sosok Chongshan pun sangat terkenal di kalangan penggemar sepak bola di China. Pemain favoritnya adalah Neymar, striker Paris Saint Germain yang juga bintang timnas Brasil.

Pada Sabtu (15/9), klub sepak bola putri amatir Chongshan dikalahkan tim wanita profesional Zhejiang 8-0. Chongshan yang mengenakan jersey bernomor 65 itu main di babak pertama melawan pemain wanita yang jauh lebih muda dan lebih bugar darinya.

Tak kalah hebat, Peng Qiaoyun istri Chongshan adalah seorang pelatih tari. Keduanya lahir di hari yang sama pada bulan Februari 1955. Kekhawatiran kini juga dirasakan Qiaoyun terhadap kondisi suaminya.

"Dia lebih tua sekarang, saya khawatir. Tapi saya tidak memainkan seluruh permainan seperti ketika dia muda. Selama tubuhnya memungkinkan, kami saling mendukung," ucap Qiaoyun. (bac)