Pelatih Persib Harap Jakmania-Bobotoh Bisa Nonton Bareng

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 09:40 WIB
Pelatih Persib Harap Jakmania-Bobotoh Bisa Nonton Bareng Mario Gomez berharap di masa depan duel Persib lawan Persija bisa dinikmati kedua kubu suporter di stadion yang sama. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Persib Bandung Mario Gomez berharap bisa melihat suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung berada dalam stadion yang sama di masa depan.

Gomez menyebut sudah saatnya seluruh pihak mengambil pelajaran dari insiden meninggalnya Haringga Sirla. Menurut Gomez, rivalitas hanya terjadi di dalam lapangan saja dan ia berharap di masa mendatang suporter harus bisa duduk bersama dalam stadion.

"Saya harap di masa depan kita bisa bertanding sambil ditonton fan Persija dan fan Arema. Dan kita juga bisa pergi untuk menonton di Jakarta, Malang, dan di semua tempat. Kenapa? Ini sepak bola bukan perang," kata Gomez.


Ia mencotohkan rivalitas antara Barcelona dan Real Madrid di Liga Spanyol. Meski terjadi adu mulut antara pendukung Real Madrid dan Barcelona, laga tersebut tetap berlangsung aman.

Pemakaman Haringga Sirla di Indramayu.Pemakaman Haringga Sirla di Indramayu. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
"Memang di lapangan ada adu mulut tapi tidak mengganggu. Contohnya Barcelona versus Real Madrid, fansnya tidak berantem di stadion. Itu bedanya dan itu bisa jadi contoh untuk Indonesia. Untuk semuanya, bukan hanya kita tapi Jakarta, Malang dan untuk semua," kata Gomez.

Gomez pun berharap suporter terus diberi edukasi agar kekerasan tidak terjadi di stadion.

"Semuanya harus menekankan bahwa tidak ada kekerasan di luar lapangan karena sepak bola. Pertarungan hanya yang bertanding di lapangan, di tribun penonton tidak (berkelahi). Ini pertunjukan sepak bola," kata mantan pelatih Johor Darul Takzim itu.

Ia pun menyayangkan terkait munculnya isu bahwa Liga 1 dihentikan dengan adanya kasus persoalan di luar lapangan. Menurut Gomez, berhentinya suatu liga harus berdasarkan dengan aturan FIFA.

Menurut dia, persoalan tewasnya suporter lebih kepada faktor keamanan. Gomez menilai akan sangat aneh jika Liga 1 dihentikan apabila persoalan itu menjadi kunci utamanya.

"Bagaimana bisa Liga 1 dihentikan? Ini lebih kepada faktor keamanan, bukan soal keributan yang terjadi di dalam lapangan. Jika ingin menghentikan liga kenapa tidak dari tahun lalu di mana juga selalu ada korban jiwa. Anda harus memakai peraturan FIFA jika ingin menghentikan liga," ucap Gomez. (hyg/ptr)