Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing Committee [INAPGOC] Raja Sapta Oktohari mengungkapkan hal tersebut seusai Jokowi selesai menyaksikan perjuangan Nurtati Purba yang turun di kelas 73kg dan Siti Mahmudah di kelas 79 kilogram.
Okto juga mengaku sempat merasa panik jika listrik belum juga menyala saat Jokowi tiba. Namun beruntung, listrik kembali menyala sebelum Jokowi datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko Widodo menyaksikan pertandingan angkat berat di Asian Para Games didampingi Imam Nahrawi, Moeldoko, dan Raja Sapta Oktohari. (Dok. Kemenpora) |
Sementara itu Okto juga mengatakan animo masyarakat terhadap penyelenggaraan Asian Para Games 2018 sudah mengalami peningkatan.
Okto menyebut tiket cabang olahraga populer seperti renang, basket, bulutangkis, dan tenis meja laku terjual. Sedangkan untuk olahraga yang memang masih baru seperti angkat berat, goal ball, boccia panitia menggratiskan penonton untuk masuk.
Selain itu ada beberapa cabang lain yang pengadaan suporternya diakui harus dimobilisasi seperti catur.
Kompleks GBK terlihat sepi pada dua hari penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Semakin sore biasanya juga [venue] semakin penuh. Kemarin kami juga harus menjelaskan kepada orang-orang yang marah-marah karena kehabisan tiket," imbuhnya.
"Suvenir yang paling laris pastinya boneka, Momo. Tapi justru yang dicari bukan Momo yang asli, tapi yang ukurannya lebih kecil yang bonekanya ada di dalam telur," ucap Okto. (ttf/nva)
Joko Widodo menyaksikan pertandingan angkat berat di Asian Para Games didampingi Imam Nahrawi, Moeldoko, dan Raja Sapta Oktohari. (Dok. Kemenpora)
Kompleks GBK terlihat sepi pada dua hari penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)