Insan sebenarnya berpeluang meraih medali sebelum hilang keseimbangan dan jatuh jelang garis finis di nomor lari 100 meter kategori T36 putri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Rabu (10/10). Alhasil, ia tercatat sebagai atlet yang finis kelima dengan catatan waktu 16,56 detik.
Gagal menyumbangkan medali, Insan sempat mengaku malu. Ia mengakui hal itu saat dibesuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Rabu (10/10) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insan merupakan penyandang disabilitas cerebal palsy atau kelumpuhan pada otak. Disabilitas ini menyebabkan terjadinya gangguan gerakan otot, atau postur yang disebabkan cedera (perkembangan abnormal di otak).
Insan Nurhaida terjatuh di lintasan atletik saat pertandingan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
"Baik-baik. Tidak apa-apa. Tidak sakit," kata Insan sambil menunjukkan luka di bagian bahu kanan akibat terbentur gravel lintasan.
Saat ini lnsan harus terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan selimut merah muda tanpa menggunakan bantal sebagai penyangga. Lehernya dililit cervical collar atau penyangga yang membuat lehernya tidak bisa banyak bergerak.
Tangan kanannya juga terdapat infus yang mengalirkan obat dan kebutuhan nutrisi serta vitamin yang dibutuhkan Insan selama masa perawatan.
Rencananya, Insan bakal juga menjalani pemeriksaan syaraf oleh dokter spesialis syaraf di RS Mintohardjo yang dijadwalkan Kamis (11/10). (ttf/sry)
Insan Nurhaida terjatuh di lintasan atletik saat pertandingan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)