Liben, begitu ia biasa dipanggil, merupakan pelukis cilik jalanan. Kemahirannya tidak sembarang. Seniman remaja ini mampu melukis wajah hanya dalam kurun waktu maksimal dua menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Kamis (11/10) Liben sudah melukis lebih dari 2.200 wajah dari 43 negara, baik atlet, ofisial, dan peliput di area pertandingan Asian Para Games 2018. Ia menargetkan dapat melukis 2.500 orang pada Asian Para Games yang baru kali pertama digelar di Jakarta.
Keahlian Liben dalam melukis cepat ditunjukkan pada Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Di sana, mereka [atlet/ofisial] menempelkan pin. Setelah menempelkan pin, para atlet juga bisa berfoto," ujar Liben.
Cita-cita Membangun Bangsa
Di Asian Para Games 2018, Liben mengaku telah melukis banyak orang dari latar belakang berbeda. Setiap hari Liben memperkirakan melukis 250 hingga 300 wajah.
"Selain melukis wajah atlet, saya juga melukis tokoh lain seperti Pak Raja Sapta [Oktohari, Ketua INAPGOC]. Dan kemarin ada seorang putri dari Bhutan," ujar dia.
Kendati sudah melukis banyak wajah, Liben belum puas. Mimpi terbesarnya adalah melukis wajah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Liben bersama salah seorang model lukisannya di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Lebih lanjut Liben mengatakan aksi melukis di APG 2018 ia lakukan tanpa pamrih. Ia sampai izin sekolah selama satu pekan untuk melukis.
"Ini semua cuma-cuma. Yang saya lakukan ini untuk kepuasan diri saya sendiri saja. Ketika sudah dewasa nanti, saya ingin jadi generasi yang membangun bangsa," tutur dia.
Melalui Asian Para Games 2018, Liben ingin terlibat secara langsung dalam menyebarkan semangat inspirasi dan energi Asia yang menjadi judul dari ajang tersebut. Ia berhasrat untuk menunjukkan bahwa generasi muda bisa juga melakukan suatu hal.
"Cita-cita saya adalah mencintai Indonesia dan ibu pertiwi," katanya.
Nama Unik Pemberian W.S. Rendra
Liben menyadari memiliki nama lengkap yang unik. Ia menjelaskan nama 'Temanku Lima Benua' diberikan oleh legenda sastra Indonesia yakni Willibrordus Surendra Broto Rendra atau yang lebih dikenal dengan panggilan W.S. Rendra. Adapun arti dari nama lengkapnya adalah supaya punya banyak teman.
"Ketika saya lahir, beliau [Rendra] yang memberi nama. Saya lebih dekat ke anak beliau bernama Naomi Srikandi," ucap Liben. (map/nva)
Keahlian Liben dalam melukis cepat ditunjukkan pada Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Liben bersama salah seorang model lukisannya di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)