Menpora Tanggapi Sanksi Seumur Hidup untuk Yuli Sumpil

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 18:59 WIB
Menpora Tanggapi Sanksi Seumur Hidup untuk Yuli Sumpil Imam Nahrawi ingin hukuman yang adil untuk suporter sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi menanggapi hukuman seumur hidup yang diberikan PSSI kepada pentolan sekaligus dirigen Aremania, Yuli Sumpil.

Dalam rilis Komisi Disiplin PSSI pada Kamis (11/10), Yuli Sumpil dihukum dengan larangan mendatangi seluruh stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Sanksi itu diterima Yuli Sumpil dan juga Fandy karena masuk ke lapangan sebelum pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10). Yuli Sumpil dan Fandy dijatuhi hukuman berat karena dianggap melakukan provokasi terhadap pemain lawan.


Bukan saja Yuli Sumpil dan Fandy yang mendapat hukuman dilarang mendatangi stadion seumur hidup. Suporter Persib yang menjadi tersangka pengeroyokan fan Persija Jakarta, Haringga Sirla, juga mendapat sanksi serupa.

Menpora Imam Nahrawi menilai setiap hukuman dari PSSI yang diberikan kepada suporter selalu memiliki alasan kuat. Imam pun ingin hukuman yang dijatuhkan selalu adil antara suporter satu dengan yang lainnya.

Suporter Arema masuk ke dalam lapangan usai laga melawan Persebaya.Suporter Arema masuk ke dalam lapangan usai laga melawan Persebaya. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
"Saya belum tahu pertimbangan PSSI apa memberikan keputusan seperti itu. Setidaknya, pasti ada pertimbangan. Namun demikian seperti yang berulang-ulang kali saya sampaikan, berikanlah keputusan atau kebijakan itu yang adil kepada siapapun," kata Menpora RI usai konferensi pers di GBK Arena pada Jumat (12/10).

Imam masih yakin suporter yang bertikai bisa didamaikan. Hanya saja, kata Imam, poin yang perlu dipegang PSSI adalah pemberian porsi yang adil kepada setiap suporter yang melanggar.

"Itu [kebijakan adil] yang paling penting. Rasa keadilan itu yang kemudian akan memberikan semangat suporter untu saling menghormati dan menghargai," katanya menambahkan.

PSSI melalui Wakil Ketua Umum, Joko Driyono, memberikan penegasan bahwa setiap pelanggaran disiplin di dalam kompetisi Liga Indonesia akan mendapatkan dan tidak ada toleransi. (map/sry)