Yordania Puji Serangan Timnas Indonesia U-19 Usai Dikalahkan
Tim | CNN Indonesia
Sabtu, 13 Okt 2018 18:35 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Yordania U-19, Ahmed Abdel Al Qader Abu Ismail, memuji serangan Timnas Indonesia U-19 usai timnya dikalahkan dengan skor 3-2 pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (13/10) jelang Piala Asia U-19.
Gol-gol kemenangan skuat arahan Indra Sjafri dicetak Firza Andika dua gol dan satu gol lagi tercipta melalui gol bunuh diri Saif Adnan.
"Timnas Indonesia U-19 sangat baik dan cepat. Saya menyaksikan banyak pertandingan dari mereka sebelumnya. Mereka pandai dalam menjalankan skema penyerangan," ujar Ahmed Abdel Al Qader.
Merah Putih tampil menekan pertahanan Yordania sejak awal-awal babak pertama. Hasilnya, Indonesia sempat memimpin dengan skor 3-0.
Yordania membalas memperkecil ketinggalan menjadi 2-3 melalui gol Mohammad Abdel Motalib Aburiziq pada menit ke-80 dan 86. Ahmed Abdel Al Qader mengomentari timnya yang baru mencetak gol pada 10 menit sisa laga.
"Tidak apa-apa cetak dua gol di menit terakhir, karena itu tandanya kami punya motivasi bermain yang tinggi hingga akhir pertandingan."
"Sekali lagi, pertandingan ini sangat baik bagi kami. Kami jadi bisa beradaptasi cuaca di Indonesia," ujar Ahmed Abdel Al Qader.
Yordania tergabung di Grup C Piala Asia U-19 bersama Vietnam, Korea Selatan, dan Australia. Sedangkan Indonesia berada di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. (map/bac)
Gol-gol kemenangan skuat arahan Indra Sjafri dicetak Firza Andika dua gol dan satu gol lagi tercipta melalui gol bunuh diri Saif Adnan.
Lihat juga:Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Yordania 3-2 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia U-19 meraih kemenangan 3-2 atas Yordania pada laga persahabatan. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Sekali lagi, pertandingan ini sangat baik bagi kami. Kami jadi bisa beradaptasi cuaca di Indonesia," ujar Ahmed Abdel Al Qader.
Timnas Indonesia U-19 meraih kemenangan 3-2 atas Yordania pada laga persahabatan. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)