Sang asisten pelatih, Bima Sakti, masih ditugaskan sebagai pelatih sementara selama persiapan untuk Piala AFF 2018. Ia ditemani mantan rekannya di Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy, menangani Evan Dimas dan kawan-kawan.
Padahal Timnas Indonesia seharusnya sudah harus memulai persiapan dengan kepastian status pelatih, bukan sekadar juru taktik sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko juga sebelumnya menerangkan PSSI melalui Sekjen Ratu Tisha Destria bakal langsung menggodok draf kontrak kerja sama yang baru dan akan selesai pada September. Namun, hingga memasuki Oktober tak kunjung jelas kepastian tersebut.
Perdebatan tak lain karena masalah anggaran di PSSI yang dikabarkan belum jelas sumber dananya untuk membiayai gaji Milla. Mantan pelatih Spanyol U-21 itu diklaim mencapai €2 juta atau setara dengan Rp34 miliar per tahun.
Tanpa Luis Milla Timnas Indonesia meraih dua kemenangan dan sekali imbang. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Terlepas dari itu, PSSI seharusnya cepat dan tepat dalam mengambil keputusan terkait kebuntuan di kursi pelatih Merah Putih. Rencana cadangan pun ada baiknya sudah disiapkan organisasi pimpinan Edy Rahmayadi tersebut untuk memastikan pelatih di Timnas Indonesia.
Kenyataannya Timnas Indonesia masih autopilot alias tanpa pelatih selama melakoni laga uji coba. Di bawah arahan langsung Bima Sakti, Hansamu Yama dan kawan-kawan sejauh ini masih meraih hasil positif.
Merah Putih belum terkalahkan dalam tiga laga uji coba usai melakoni ajang Asian Games 2018. Garuda menang 1-0 atas Mauritius dan menaklukkan Myanmar 3-0. Indonesia juga bermain imbang 1-1 lawan Hong Kong.
PSSI perlu segera menunjuk pelatih kepala untuk Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Kehadiran Kurniawan pun dinilai lebih untuk memberikan motivasi moral para pemain dengan karismanya sebagai salah satu legenda Timnas Indonesia. Namun, Garuda masih tanpa pilot yang seharusnya berimprovisasi menerapkan taktik selama pertandingan bila strategi awal mengalami kemandekan.
Bima Sakti sebagai pelatih sementara bukan tak mampu meramu taktik saat laga berlangsung. Ia tentu merasa bukan dalam posisinya untuk mengambil segala keputusan penting karena statusnya sendiri masih pengganti sementara Milla.
Bima Sakti bahkan mengakui beberapa kali kerap berkonsultasi dengan sang pelatih yang gemar makan rawon tersebut. Bukan karena tak percaya diri, Bima Sakti tampaknya masih tahu diri bahwa statusnya di skuat Garuda hanya sementara gantikan Milla.
Meski minim pengalaman mantan gelandang Timnas Indonesia itu masih bisa diberi kesempatan itu. Bukan hanya ilmu-ilmu yang sudah banyak didapatkan Bima dari Milla, ia juga memiliki karisma di antara pemain sebagai salah satu legenda Merah Putih.
PSSI tak boleh terlalu lama membiarkan Garuda dalam kondisi autopilot karena akan berpengaruh terhadap psikis para pemain yang juga membutuhkan kepastian situasi. Jika terlalu lama dibiarkan, status 'Raja Tanpa Mahkota' atau tim besar di Asia Tenggara yang belum juga juara, akan semakin panjang karena persiapan tak pernah beres. (bac/sry)
Tanpa Luis Milla Timnas Indonesia meraih dua kemenangan dan sekali imbang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
PSSI perlu segera menunjuk pelatih kepala untuk Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)