Pengamat olahraga nasional Tommy Apriantono mengatakan salah satu plusnya adalah kesuksesan penyelenggaraan maupun prestasi Indonesia di ajang Asian Games dan Asian Para Games 2018.
Lewat waktu persiapan yang dianggap mepet, penyelenggaraan Asian Games maupun Asian Para Games di Indonesia mendapat pengakuan dan apresiasi dari negara-negara Asia yang kagum dengan cara pemerintah mempersiapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Asian Games 2018, Indonesia menempati peringkat keempat Asia dengan raihan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu. Hasil itu melesat jauh dari target yang dicanangkan pemerintah, yakni berada di posisi sepuluh besar dengan raihan 16 medali emas.
Presiden Jokowi dianggap bagus dalam memberikan bonus untuk atlet. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Kalau dianalisa kita kemungkinan bisa melorot jauh di Asian Games selanjutnya bukan karena prestasi kita yang jelek, tapi cabang olahraganya yang tidak bakal ada di Asian Games nanti. Artinya bakal ada fluktuasi prestasi. Sebab itu diharapkan nantinya Kemenpora dan pengurus cabor punya cetak biru, jadi programnya jelas," ucap Tommy.
Pemerintahan Jokowi juga patut diapresiasi karena bisa memberikan kesetaraan bonus bagi para atlet peraih medali di Asian Games dan Asian Para Games. Hal itu disebut Tommy tidak pernah dilakukan presiden sebelumnya.
"Saya melihat sudah bagus. Menjanjikan. Selama ini presiden sebelumnya tidak pernah memperhatikan bonus untuk para atlet disabilitas dan diberikan tepat waktu," ungkap Tommy.
Presiden Jokowi ketika memberikan bonus untuk atlet peraih medali Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Ulfa Arieza) |
"Satlak Peima kemarin dibubarkan, tapi tidak dievaluasi, tidak dijelaskan alasan kenapa dibubarkan. Sebab kalau disebut masalahnya anggaran, sampai sekarang juga masih bermasalah," terangnya.
Masalah lain yang dianggap penting oleh Tommy adalah pemerintah juga belum menganggap penting olahraga. Itu terlihat dari jumlah anggaran yang dikucurkan untuk bidang olahraga. Sekalipun dana yang dikeluarkan untuk olahraga terlihat besar di dua tahun terakhir, hal itu lantaran Indonesia jadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games.
Pembangunan infrastruktur olahraga di daerah dianggap belum merata. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
Menurut Tommy, GBK tidak dilengkapi dengan dukungan sport science untuk mengetahui perkembangan kemampuan para atlet. Selain itu juga diperlukan cara untuk mengidentifikasi bakat-bakat atlet di daerah.
"Mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih baik. Terutama untuk persiapan ke Olimpiade 2020 yang jadi bukti akhir Pak Jokowi dan Menpora. Bagaimana bisa meloloskan sebanyak-banyaknya atlet Indonesia ke Olimpiade melalui klasifikasi bukan wildcard," ucap Tommy. (ttf/har)
Presiden Jokowi dianggap bagus dalam memberikan bonus untuk atlet. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Presiden Jokowi ketika memberikan bonus untuk atlet peraih medali Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Ulfa Arieza)
Pembangunan infrastruktur olahraga di daerah dianggap belum merata. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)