Kevin/Marcus, Kenal Akrab dengan Partai Final

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 15:29 WIB
Kevin/Marcus, Kenal Akrab dengan Partai Final Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tak pernah kalah dalam 10 final terakhir yang mereka mainkan.(Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil jadi juara Denmark Terbuka 2018. Hal itu kembali menunjukkan bahwa mereka begitu mengenal sebuah atmosfer partai final.

Kemenangan Kevin/Marcus di Denmark membuat mereka total sudah mengoleksi tujuh gelar juara di musim ini. Sebuah catatan yang menunjukkan bahwa Kevin/Marcus telah membuktikan bahwa keberhasilan mereka menorehkan prestasi fenomenal di tahun 2017 bukanlah sebuah kebetulan semata.

Satu hal yang menarik di balik sukses Kevin/Marcus adalah mereka meraih tujuh gelar juara tahun ini lewat tujuh final yang mereka mainkan. Artinya, tak ada partai final yang sia-sia bagi mereka. Semuanya berujung gelar juara.


Catatan sempurna di partai final bertambah panjang bila melihat sukses mereka di akhir tahun lalu. Total, Kevin/Marcus berhasil meraih kemenangan dalam 10 final terakhir yang mereka mainkan karena tahun lalu mereka jadi juara di BWF Super Series Finals, Hong Kong Terbuka, dan China Terbuka. 
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih gelar ketujuh mereka tahun ini.Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih gelar ketujuh mereka tahun ini. (Dok. Humas PBSI)
Final terakhir saat Kevin/Marcus gagal mengubahnya jadi juara adalah Denmark Terbuka 2017 ketika mereka kalah dari ganda China, Liu Cheng/Zhang Nan. Selepas itu, semua final terasa seperti taman bermain untuk Kevin/Marcus.

Dari 10 final yang dimainkan oleh Kevin/Marcus, delapan diantaranya berhasil diselesaikan dengan dua gim langsung. Hanya ada dua final ketika Kevin/Marcus butuh rubber game, yaitu Indonesia Masters 2018 (menang 11-21, 21-10, 21-16 atas Li Junhui/Liu Yuchen) dan Asian Games 2018 (menang 13-21, 21-18, 24-22 atas Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto).

Menilik durasi bermain, Kevin/Marcus tidak pernah butuh waktu satu jam untuk meraih kemenangan pada laga final di tahun ini. Khusus untuk laga-laga yang berlangsung dua gim, Kevin/Marcus bahkan hanya butuh waktu 42 menit atau kurang.

Dari deretan fakta tersebut, terlihat jelas bahwa Kevin/Marcus seolah tak lagi mengalami demam panggung bila main di partai final. Kebiasaan main di final membuat Kevin/Marcus punya mental bertanding yang sangat baik saat menghadapi siapapun di partai final.

Kevin/Marcus punya mental bertanding yang bagus di partai final.Kevin/Marcus punya mental bertanding yang bagus di partai final. (Dok. Humas PBSI)
Pada laga lawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, Kevin/Marcus bisa diimbangi oleh ganda Jepang tersebut di tiap awal gim. Namun begitu lepas interval, Kevin/Marcus berhasil melesat jauh meninggalkan lawan. 

Sedikit menilik ke belakang, ketangguhan mental Kevin/Marcus di final terlihat pada final Asian Games 2018. Dalam situasi terjepit ketika menghadapi Fajar/Rian, Kevin/Marcus mampu menggagalkan beberapa match point lawan sebelum akhirnya meraih kemenangan.

Masih Dingin di Awal Turnamen

Dengan catatan hanya gagal di tiga turnamen dari 10 turnamen yang dimainkan, prestasi Kevin/Marcus tentunya amat fenomenal. Minions hanya kalah dari tiga pebulutangkis tahun ini, yaitu He Jiting/Tan Qiang (Malaysia Terbuka), Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Kejuaraan Dunia), dan Han Chengkai/Zhou Haodong (China Terbuka).

Di balik kehebatan Kevin/Marcus, salah satu kekurangan yang mungkin masih ditampilkan oleh ganda putra nomor satu dunia itu adalah penampilan yang terbilang masih dingin di awal turnamen. Kevin/Marcus beberapa kali masih belum terlihat ada di level permainan terbaik pada babak-babak awal turnamen, terutama di dua babak awal kejuaraan.

Kevin/Marcus, Kenal Akrab dengan Partai FinalKevin/Marcus sudah meraih tujuh gelar di seri turnamen BWF tahun 2018. (Dok. Humas PBSI)
Sementara itu dari lawan-lawan yang ada saat ini, kuda hitam dari China seperti He Jiting/Tan Qiang dan Han Chengkai/Zhou Haodong patut diwaspadai lebih lanjut. Pola permainan kedua ganda China itu perlu ditelaah dengan lebih detail, tentunya disamping nama-nama lain yang sudah jadi lawan rutin Kevin/Marcus sejauh ini.

Catatan tujuh gelar tahun ini sudah menyamai catatan gelar Kevin/Marcus di tahun 2018. Melihat masih ada banyak turnamen yang masih tersisa, maka Kevin/Marcus punya peluang sangat besar untuk meraih gelar kedelapan, atau bahkan kesembilan dan kesepuluh tahun ini.

(har)