Bayu Merawat Kenangan Bersama Luis Milla di Timnas Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 16:58 WIB
Bayu Merawat Kenangan Bersama Luis Milla di Timnas Indonesia Bayu Eka Sari Teguh bersama Luis Milla dalam sebuah kesempatan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bayu Eka Sari Teguh yang menjadi penerjemah Luis Milla ketika menjadi pelatih Timnas Indonesia ingin merawat kenangan dengan pelatih asal Spanyol tersebut.

Sejumlah barang kenangan Luis Milla tersimpan rapih di meja kamar Bayu. Kedekatan dengan Milla membuat Bayu mendapat banyak barang dari mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu.

Selama Milla berada di Indonesia, hampir setiap waktu Bayu mendampinginya termasuk ketika berbicara dengan para pemain dan berkomunikasi dengan media.


Beberapa barang koleksi Bayu dari Milla antara lain ID card Asian Games 2018, papan strategi, buku formasi, medali SEA Games 2017, dan lain-lain.

"Banyak barang dari dia. Tapi paling berkesan tentu papan taktik sama modul latihan. Semua catatan latihan selama satu tahun setengah dia wariskan ke saya," kata Bayu kepada CNNIndonesia.com di tempat tinggal dia kawasan Jakarta Selatan, Senin (22/10).

Milla dipastikan tidak akan menangani Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Pria 52 tahun tersebut berada di Spanyol sejak habis kontrak pada Asian Games 2018 beberapa waktu lalu.

Luis Milla bersama Bayu Eka Sari Teguh (kanan) dan dokter tim Syarif Alwi (kiri).Luis Milla bersama Bayu Eka Sari Teguh (kanan) dan dokter tim Syarif Alwi (kiri). (CNNIndonesia.com/M. Arby Rahmat Putratama)
Keputusan Milla tidak lagi melatih Timnas Indonesia diambil dalam rapat Exco PSSI, Minggu (21/10). Exco PSSI menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.

Semula PSSI berharap Milla tiba di Indonesia pada 9 Oktober lalu. PSSI kemudian memberi toleransi hingga 16 Oktober. Tapi, Milla belum juga hadir di Indonesia.

Berbagai barang yang didapat Bayu dari Milla.Berbagai barang yang didapat Bayu dari Milla. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Piala AFF 2018 merupakan kejuaraan debut Bima sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.

"Harapan untuk Milla, tentu sukses di manapun berada dan sehat selalu. Dan insya Allah apa yang sudah dia bangun di Indonesia, jadi warisan untuk kita semua," ucap Bayu.

"Dia juga selalu bilang, 'kamu akan banyak belajar sepak bola sama saya'. Itu bikin saya terharu sekali," ujar Bayu. (map/nva)