Kemenpora Harap PSSI Jelaskan Kontrak Milla ke Publik
Tim | CNN Indonesia
Senin, 22 Okt 2018 21:58 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) berharap PSSI menjelaskan situasi kontrak Luis Milla sampai akhirnya kerja sama itu berakhir.
Milla batal dikontrak PSSI untuk Piala AFF 2018. Sebagai gantinya, asisten pelatih Bima Sakti naik jabatan jadi pelatih kepala.
Berdasarkan informasi dari sumber CNNIndonesia.com, Milla yang sudah tanda tangan kontrak pada 16 Oktober diputus kontrak oleh PSSI.
"Tolong jadi pelajaran, tidak semudah itu untuk memutuskan secara sepihak. Jangan mencederai hubungan yang sudah baik antara Indonesia dan Spanyol," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com pada Senin (22/10).
Gatot mengatakan urusan pelatih kepala Timnas Indonesia sepenuhnya menjadi tanggung jawab PSSI.
"Karena yang punya uang itu PSSI. Kalau kami [Kemenpora] memaksakan sementara PSSI tak punya uang atau tidak sreg, lain cerita. Hanya saja, PSSI harus jelas ikatan kontrak dengan Milla," ucap Gatot.
"Apakah betul karena [Milla] tidak ada prestasi, jelaskan pada publik. Harapan saya seandainya memang keputusannya begitu, diselesaikan secara baik-baik. Tidak boleh sembarangan memutuskan," ucapnya menambahkan.
Sebelumnya, anggota exco PSSI Yunus Nusi menyebut gaji Milla sebagai pelatih kepala untuk Piala AFF sebesar Rp1,5 miliar per bulan. Menanggapi hal itu, Gatot berkomentar singkat.
"Kalau dibandingkan [dengan harga pelatih] di Eropa, itu murah. Di sini [Indonesia] harusnya berapapun besarannya, harusnya dari awal itu sudah diperhitungkan," katanya.
Keputusan Milla tidak lagi melatih Timnas Indonesia diambil dalam rapat Exco PSSI, Minggu (21/10).
Semula PSSI berharap Milla tiba di Indonesia pada 9 Oktober lalu. PSSI kemudian memberi toleransi waktu kepada pelatih 52 tahun itu hingga 16 Oktober. Tapi, Milla belum juga hadir di Indonesia.
Pada akhirnya, PSSI menunjuk Bima sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Piala AFF. Kejuaraan tersebut adalah debut Bima sebagai pelatih kepala tim nasional senior. (map/sry)
Milla batal dikontrak PSSI untuk Piala AFF 2018. Sebagai gantinya, asisten pelatih Bima Sakti naik jabatan jadi pelatih kepala.
Lihat juga:Real Madrid yang Hancur Depan Belakang |
"Tolong jadi pelajaran, tidak semudah itu untuk memutuskan secara sepihak. Jangan mencederai hubungan yang sudah baik antara Indonesia dan Spanyol," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com pada Senin (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena yang punya uang itu PSSI. Kalau kami [Kemenpora] memaksakan sementara PSSI tak punya uang atau tidak sreg, lain cerita. Hanya saja, PSSI harus jelas ikatan kontrak dengan Milla," ucap Gatot.
Luis Milla sempat menangani Timnas Indonesia untuk proyek jangka panjang menuju Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
"Kalau dibandingkan [dengan harga pelatih] di Eropa, itu murah. Di sini [Indonesia] harusnya berapapun besarannya, harusnya dari awal itu sudah diperhitungkan," katanya.
Keputusan Milla tidak lagi melatih Timnas Indonesia diambil dalam rapat Exco PSSI, Minggu (21/10).
Pada akhirnya, PSSI menunjuk Bima sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Piala AFF. Kejuaraan tersebut adalah debut Bima sebagai pelatih kepala tim nasional senior. (map/sry)
Luis Milla sempat menangani Timnas Indonesia untuk proyek jangka panjang menuju Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)