Khusus di Grup B di mana Indonesia akan bersaing dengan Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste, Bima Sakti akan beradu strategi dengan pelatih kawakan seperti Milovan Rajevac, Sven-Goran Eriksson, dan Fandi Ahmad.
Khusus untuk Rajevac dan Eriksson, kedua pelatih itu memiliki pengalaman melatih timnas di Piala Dunia. Eriksson dua kali membawa timnas Inggris berlaga di Piala Dunia: 2002 dan 2006, sedangkan pada Piala Dunia 2010 Erikson tampil bersama timnas Pantai Gading. Sementara Rajevac melatih timnas Ghana di Piala Dunia 2010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengangkatan Bima Sakti sebagai pelatih Tim Merah Putih karena dianggap mewarisi strategi serta skuat yang ditinggalkan Luis Milla. Kendati demikian, Bima Sakti tetap optimis jelang Piala AFF 2018.
Minim pengalaman dan dipandang sebelah mata tidak membuat Bima Sakti pesimistis. Salah satu yang meyakinkan pelatih asal Balikpapan itu adalah komposisi skuat Garuda yang dinilainya memiliki motivasi besar untuk turnamen kali ini.
Bima Sakti juga tak terlalu memusingkan adanya kritik lantaran pemain dengan jam terbang tinggi macam Boaz Solossa dan Andik Vermansah tidak dibawa ke Piala AFF.
Sven Goran Eriksson beberapa kali tampil di Piala Dunia. (STR / AFP) |
Bima Sakti tetap optimisi karena memiliki skuat dengan motivasi besar. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Bima mengatakan ada atau tidak ada Boaz serta Andik adalah suatu siklus yang biasa dalam sepak bola.
"Tapi kebutuhannya di model yang kami buat, inilah pemainnya. Kecuali kalau ada yang cedera. Nama Boaz, Andik, Ryuji [Utomo], mereka masuk dalam daftar 50 pemain [pilihan Bima]," ucapnya melanjutkan.
"Dan kami tidak banyak berubah [dari Asian Games 2018]. Mereka sudah tahu gaya main yang kami buat," ujar Bima. (map/sry)
Sven Goran Eriksson beberapa kali tampil di Piala Dunia. (STR / AFP)
Bima Sakti tetap optimisi karena memiliki skuat dengan motivasi besar. (CNN Indonesia/Andry Novelino)