Raih Dua Gelar Juara Dunia, PB PABBSI Diminta Tak Cepat Puas

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 02:15 WIB
Raih Dua Gelar Juara Dunia, PB PABBSI Diminta Tak Cepat Puas Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan pada 4 November. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) meminta Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi, Binaraga, Seluruh Indonesia (PABBSI) agar tidak berpuas diri usai meraih dua gelar juara dunia.

Dua atlet PABBSI yakni Sri Hartati dan Eko Yuli Irawan menyabet gelar juara dunia pada bulan ini. Sri meraih emas Kejuaraan Dunia Powerlifting 2018 di Swedia (6/11) sedangkan Eko meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Turkmenistan (4/11).

"Angkat besi jangan hanya berhenti di Eko dan Hartati saja. Kuda hitam angkat besi kan ada beberapa, karena kami lihat pola pembinaannya sudah cukup bagus," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com di Kemenpora pada Rabu (7/11).


"[Juara dunia] itu adalah buah pembinaan yang bagus dan bisa jadi contoh bagus bagi cabor-cabor yang lain. Tapi pada saat saya komunikasi dengan Pak Joko [Pramono, Wakil Ketua Umum PB PABBSI] pun mereka mengatakan ini belum menjadi kartu kesuksesan, belum bisa menjadi akses yang bisa membuat kami lega menjelang Olimpiade," katanya menambahkan.

Atas prestasi dua gelar juara dunia, Gatot mengatakan PP PABSSI meminta kepada Kemenpora agar diberi bantuan keuangan sehingga prestasi mereka dapat dipertahankan atau bahkan meningkat hingga Olimpiade.

Raih Dua Gelar Juara Dunia, PB PABBSI Diminta Tak Cepat PuasEko Yuli Irawan meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan pada 4 November. (Antara/Wahyu Putro)
Mendengar hal itu, Gatot menyampaikan Kemenpora akan senantiasa memberi bantuan kepada PB PABSSI. Asalkan, lanjut dia, tujuannya adalah untuk peningkatan prestasi.

"Dan selama ini rekam jejaknya angkat besi Alhamdulillah hampir dari olimpiade yang satu ke olimpiade berikutnya, dalam dua dekade ini sudah terbukti[selalu raih medali]. Jadi wajar kalau pemerintah back up untuk itu," ucap Gatot.

"Bantuan dana kepada PB PABBSI seharusnya tidak ada masalah, karena sekarang dari satu event [olahraga] ke event berikutnya kami lebih selektif. Memang risikonya dianggap kurang fasilitasi dan akomodasi cabor lain, tapi itulah efek dari keterbatasan anggaran," ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, Gatot menerangkan bantuan yang diberikan kepada PB PABBSI mendatang bisa berupa paket perjalanan, akomodasi, nutrisi dan fasilitas latihan.

"Kami yakin para pemangku kepentingan olahraga semakin terpacu untuk berprestasi untuk mendapat anggaran yang cukup. Tanpa itu [prestasi], ya kami tak ingin hanya sekadar memenuhi kewajiban [cuma-cuma kasih bantuan]," ujar dia. (map/bac)