Dua atlet PABBSI yakni Sri Hartati dan Eko Yuli Irawan menyabet gelar juara dunia pada bulan ini. Sri meraih emas Kejuaraan Dunia Powerlifting 2018 di Swedia (6/11) sedangkan Eko meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Turkmenistan (4/11).
"Angkat besi jangan hanya berhenti di Eko dan Hartati saja. Kuda hitam angkat besi kan ada beberapa, karena kami lihat pola pembinaannya sudah cukup bagus," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com di Kemenpora pada Rabu (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas prestasi dua gelar juara dunia, Gatot mengatakan PP PABSSI meminta kepada Kemenpora agar diberi bantuan keuangan sehingga prestasi mereka dapat dipertahankan atau bahkan meningkat hingga Olimpiade.
Eko Yuli Irawan meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan pada 4 November. (Antara/Wahyu Putro) |
"Dan selama ini rekam jejaknya angkat besi Alhamdulillah hampir dari olimpiade yang satu ke olimpiade berikutnya, dalam dua dekade ini sudah terbukti[selalu raih medali]. Jadi wajar kalau pemerintah back up untuk itu," ucap Gatot.
Lebih lanjut, Gatot menerangkan bantuan yang diberikan kepada PB PABBSI mendatang bisa berupa paket perjalanan, akomodasi, nutrisi dan fasilitas latihan.
"Kami yakin para pemangku kepentingan olahraga semakin terpacu untuk berprestasi untuk mendapat anggaran yang cukup. Tanpa itu [prestasi], ya kami tak ingin hanya sekadar memenuhi kewajiban [cuma-cuma kasih bantuan]," ujar dia. (map/bac)
Eko Yuli Irawan meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan pada 4 November. (Antara/Wahyu Putro)