Marcus Komentari All Indonesian Final Gagal di China Terbuka

CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 23:02 WIB
Marcus Komentari All Indonesian Final Gagal di China Terbuka Kevin/Marcus akan hadapi ganda putra China, He Jiting/Tan Qiang, di Fuzhou China Terbuka 2018. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- All Indonesian final di sektor ganda putra ajang Fuzhou China Terbuka 2018 gagal terwujud. Itu setelah langkah Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti di semifinal dikalahkan pasangan China, He Jiting/Tan Qiang dua set langsung, 14-21 dan 12-21, Sabtu (10/11) waktu setempat.

Ganda putra Indonesia yang sebelumnya memastikan langkah ke final, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulja, tak masalah all Indonesian final batal terwujud.

"Kalau sudah di final, ketemu siapa saja pasti tidak mudah. Mau ketemu pasangan Indonesia juga pasti nggak akan gampang, kami harus siap melawan siapa saja," ujar Marcus soal laga final seperti dikutip CNNIndonesia.com dari rilis PBSI.


Ganda nomor satu dunia itu mengatakan tetap akan bertekad mempersembahkan gelar bagi Indonesia di turnamen Fuzhou China Terbuka 2018 menghadapi Jiting/Qiang di final.

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi mengalahkn pasangan tuan rumah di Fuzhou China Terbuka 2018. (Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi mengalahkn pasangan tuan rumah di Fuzhou China Terbuka 2018. (Dok. PBSI)
Kevin/Marcus melaju ke final usai mengandaskan langkah ganda putra China Liu Cheng/Zhang Nan di semifinal dalam tiga set. Sempat tertinggal 17-21 di gim pertama, mereka sukses memenangkan gim kedua dan ketiga 21-18 serta 21-14.

Kevin/Marcus berhasil mengontrol permainan pada gim kedua dan ketiga sehingga kerap membuat Zhang/Liu dalam posisi sulit.

"Di gim pertama, secara keseluruhan kami banyak melakukan kesalahan sendiri, dari awal lawan memang lebih siap dan langsung menekan, kami kalah start," ujar Kevin setelah pertandingan.

"Penampilan kami lebih baik di gim ketiga. Saya merasa di game pertama pergerakan kaki saya kurang cepat, tertinggal terus," Marcus menimpali.

Indonesia berpeluang untuk menciptakan all Indonesian final di sektor ganda putra. Satu partai semifinal lainnya akan mempertemukan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dengan He Jiting/Tan Qiang (Tiongkok). Skor pertemuan kedua pasangan sementara masih 0-0.

Dari enam pertemuan dengan Zhang/Liu, Kevin/Marcus memenangkan lima diantaranya. Ini merupakan rekor pertemuan yang nyaris sempurna. Ganda putra Indonesia itu pun akan bertemu pasangan dari China dengan usia yang relatif lebih muda, Jiting/Qiang, di final Fuzhou China Terbuka 2018.

"Sebetulnya pasangan senior dan yang muda sama, mereka punya tipe main yang sama, cepat, kuat dan tidak mudah dimatikan. Tidak bisa bilang lebih mudah menghadapi yang mana, tergantung keadaan di lapangan. Mungkin kalau pasangan muda China mainnya lebih nothing to lose," jelas Kevin. (bac/bac)


BACA JUGA