Dituduh Terima Suap, Pemain Persib Bandung Menangis

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 05:49 WIB
Dituduh Terima Suap, Pemain Persib Bandung Menangis Beberapa pemain Persib Bandung diduga menerima suap ketika kalah dari PSMS Medan. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa pemain Persib Bandung disebut hingga menangis karena dituduh menerima suap dalam pertandingan pekan ke-30 Liga 1 2018 melawan PSMS Medan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Persib menelan kekalahan 0-1.

Kekalahan dalam laga kandang usiran tersebut lantas memantik tudingan uang suap kepada Hariono, Supardi Nasir, dan Ardi Idrus.


Ketiga pemain itu mengaku sudah bertemu pihak manajemen tim untuk mengemukakan kekecewaan atas tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

"Hariono nangis, 'saya dituduh menerima uang katanya, pak.' Supaya kalah itu kan sangat gila, saya tidak percaya sedikitpun. Demi Allah saya [manajemen] tidak mengeluarkan uang seperti itu," ujar manajer Persib Umuh Muchtar dilansir dari Antara.

Umuh menjelaskan Persib selalu memberikan uang bonus kepada para pemain setiap Tim Pangeran Biru meraih kemenangan sebagai salah satu upaya mencegah para pemain menerima suap dari pihak luar.

Persib mengalami periode negatif di Liga 1 2018 sejak Oktober.Persib mengalami periode negatif di Liga 1 2018 sejak Oktober. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
"Kenapa kalau menang kita mengeluarkan uang bonus ratusan juta, masa memberi uang supaya tidak menang. Gila kan?"

"Saya sudah bicara langsung dengan Supardi, Ardi, sampai nangis kayak anak kecil yah. Sakit sangat sakit dia bilang. Main tiga puluh kali satu kali salah, masa dibegitukan. Itu tidak benar yah," ucap Umuh.

Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez juga menepis isu miring kepada para pemainnya. Pelatih asal Argentina itu menjelaskan Supardi dan Ardi tidak dibawa dalam laga tandang menghadapi PSIS Semarang, Minggu (18/11), karena faktor teknis.

"Tidak ada. Mereka [Supardi dan Ardi] manusia, kadang bermain bagus dan bermain jelek, hanya itu," kata Gomez. (nva/jun)