Daftar Ketua Umum Federasi Sepak Bola yang Mundur

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 05:48 WIB
Daftar Ketua Umum Federasi Sepak Bola yang Mundur Carlo Tavecchio mundur dari jabatan presiden FIGC setelah Timnas Italia gagal masuk putaran final Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua umum federasi sepak bola di beberapa negara tak sungkan mundur dari jabatan yang diemban lantaran berbagai faktor seperti kemerosotan prestasi, kasus suap, hingga keinginan memberi teladan.

Prestasi Timnas Indonesia yang tak menampilkan perubahan positif serta bergulirnya isu kasus suap menyeret nama Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

Sosok yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara mendapat tekanan dari dunia maya dan dunia nyata untuk mundur dari kursi orang nomor satu di federasi sepak bola Indonesia.


Berbanding terbalik dengan Edy yang bergeming menanggapi tekanan publik, ketua umum federasi sepak bola di beberapa negara memilih mundur.

1. Carlo Tavecchio
Kegagalan Timnas Italia lulus dari kualifikasi Piala Dunia 2018 membuat Carlo Tavecchio mundur dari jabatannya sebagai presiden federasi sepak bola Italia (FIGC) pada November 2017.

Pria berusia 75 tahun itu mundur setelah mendapat banyak tekanan untuk mengakhiri kepemimpinannya di FIGC. Sebelumnya Tavecchio enggan mundur dan memecat pelatih timnas Italia Gian Piero Ventura.

Timnas Italia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018.Timnas Italia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO / Miguel MEDINA)
Meski menyatakan mundur, Tavecchio tidak langsung lengser karena tetap memimpin FIGC sampai masa pemilihan presiden pengganti yang berlangsung 90 hari dari pengumuman pengunduran dirinya.

Pengunduran diri dari kursi presiden FIGC bukan hal yang asing karena pada 2006 Franco Carraro meletakkan jabatan karena skandal sepak bola Calciopoli yang melibatkan klub-klub besar Serie A.

2. Tunku Ismail Sultan Ibrahim
Serupa dengan Tavecchio di Italia, Tunku Ismail Sultan Ibrahim juga tak lagi menjadi presiden asosiasi sepak bola Malaysia (FAM) setelah timnas Malaysia menempati peringkat ke-178 dalam daftar ranking FIFA.

Putra Mahkota Johor itu resmi menanggalkan jabatan pada Maret 2018, namun tetap menjabat sebagai bos penyelenggara Liga Malaysia (FMLLP)

Timnas Malaysia mengalami penurunan peringkat di daftar ranking FIFA.Timnas Malaysia mengalami penurunan peringkat di daftar ranking FIFA. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
3. Kwesi Nyantakyi
Presiden Federasi Sepak Bola Ghana Kwesi Nyantakyi mundur pada Juni 2018 setelah video suap yang melibatkan dirinya beredar.

Kwesi diketahui menerima uang dari seorang yang menyamar sebagai pengusaha Timur Tengah dalam film dokumenter berjudul 'Wheen Greed and Corruption Become the Norm'.

Suap yang menguntungkan Nyantakyi meraup untung hingga Rp940 juta itu membuat pemerintah Ghana membubarkan federasi sepak bola Ghana.

4. Vitaly Mutko
Vitaly Mutko mundur sementara dari jabatan sebagai presiden Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) pada akhir 2017 karena ingin fokus menyelesaikan proses banding di Badan Arbitrasi Olahraga Dunia (CAS) terkait hukuman seumur hidup dari IOC karena dianggap terlibat dalam program doping untuk atlet Rusia. Kini Mutko telah kembali menjadi presiden RFU.

5. Musa Bility
Ketua umum Asosiasi Sepak Bola Liberia Musa Bility mundur pada Maret 2018 atau sebulan sebelum pemilihan ketua umum. Bility bisa saja menjadi ketua umum untuk periode ketiga, namun pria yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden FIFA itu ingin memberi contoh bahwa kepemimpinan dua periode sudah cukup bagi seorang ketua umum. (nva)