Presiden klub Madura United Achsanul Qosasi menyarankan kepada Edy Rahmayadi untuk mundur secara terhormat dari posisinya.
Menurut Achsanul, sarannya untuk Edy sudah ia ungkapkan sejak beberapa waktu lalu. Bukan lantaran merujuk pada kegagalan prestasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Achsanul tidak menginginkan Edy Rahmayadi dimundurkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB). Madura United ingin mundurnya Edy dari Ketua Umum PSSI melalui cara yang lebin bagus.
Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi menyarankan Edy Rahyamadi mundur dari jabatannya dari Ketum PSSI. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.) |
Salah satunya, lantaran Edy tidak lagi berdomisili di Jakarta, tapi di Medan, Sumatera Utara.
"Makanya dulu kita mendukung beliau walaupun beliau Pangkostrad. Madura mendukung beliau karena menurut kami beliau ada di Jakarta, mestinya sangguplah," ujar Achsanul.
Achsanul menjelaskan mengurus sepak bola bukannya tidak bisa dirangkap jabatan. Contohnya, saat Azwar Anas yang merupakan Ketua Umum PSSI periode 1991-1999 juga rangkap jabatan sebagai Menteri Perhubungan sepanjang 1988-1993 atau Agum Gumelar saat memimpin PSSI periode 1999-2003 sekaligus Menteri Perhubungan (1999-2001), Menteri Pertahanan (2001) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan (2001).
"Kalau dia Gubernur DKI atau Menteri saya rasa gampang karena adanya di Jakarta. Jadi Pak Edy akan lebih mudah melakukan koordinasi rapat dengan Exco [Komite Eksekutif PSSI], bisa kapan saja. Tapi kalau dia di Sumut secara fisik tidak ada di Jakarta, tidak ada di dekat-dekat federasi. Itu saja," beber Achsanul.
Lanjut Achsanul, pengambilan keputusan-keputusan dalam tubuh PSSI harus diambil dengan cepat dan tidak bisa menunggu.
Harus Dikelola dengan Baik
Sementara itu, Presiden Klub Persipura Jayapura Benhur Tomy Mano mengatakan keinginannya supaya sepak bola di Indonesia maju siapapun pimpinannya. Terpenting, sepak bola Indonesia bisa dikelola dengan baik.
Siapapun ketua umumnya, Persipura ingin PSSI bisa dikelola dengan baik. Itu terlihat dari kompetisi bisa berjalan dengan baik dengan jadwal yang tidak merugikan siapapun.
"Presiden jelas bicara [siapapun ketua umumnya] bisa membawa perubahan dalam PSSI. Dan yang disampaikan presiden itu yang kita inginkan."
"Untuk itu kami belum mengajukan KLB [Kongres Luar Biasa]. Lihat di kongres [20 Januari 2019 di Bali] seperti apa dinamika yang berkembang," ujarnya. (bac/ttf/nva)
Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi menyarankan Edy Rahyamadi mundur dari jabatannya dari Ketum PSSI. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)