Manajer Tim Madura FC Januar Herwanto membeberkan kronologis ketika ada oknum Exco PSSI yang memintanya mengalah dan memberikan kemenangan kepada PSS Sleman pada laga tandang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman di babak penyisihan grup Liga 2 yang berlangsung pada bulan Mei.
Lihat juga:8 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di Yogyakarta, oknum Exco itu kembali menghubungi via Whatsapp. "Dia telepon pas di Yogyakarta ngajak agar kami mengalah pada PSS Sleman. Intinya oknum ini minta kami mengalah, tapi kami menolak."
Ilustrasi laga Liga 2. (Screenshot via instagram @madura.fc_official) |
Laporan Madura FC lainnya yakni gol offside pada laga babak 8 besar Liga 2 2018 yang kembali mempertemukan mereka dengan PSS Sleman pada awal bulan November. Bukan hanya soal kejanggalan yang dilakukan wasit, tapi lantaran tindak kekerasan yang diterima ofisial dan pemain Madura FC kala itu.
Lihat juga:Prediksi PSG vs Liverpool di Liga Champions |
"Harapan saya kalau PSSI mencintai sepak bola Indonesia, harus dipecat itu [oknum Exco]. Bagaimana, kalau pemain pukul wasit saja disanksi seumur hidup, ini [masalahnya] ada di lingkar dalam PSSI. Kalau tidak dipecat berarti PSSI tidak mau sepak bola ini baik," tandasnya.
Harus Diusut Tuntas
Dikonfirmasi terpisah, anggota Exco PSSI Gusti Randa mengaku baru mendapat kabar soal pemberitaan yang menyebut oknum Exco yang terlibat pengaturan skor di Liga 2 2018.
"Saya kira hal ini tidak bisa ditoleransi. Di tengah PSSI lagi digebukin terus, ada Exco yang bermain seperti ini. Jadi saya kira ini haus segera diusut, siapapun dia. Jangan sampai karena ini oknum, terus orang minta PSSI dibubarkan," pinta Gusti via telepon.
"Mengenai hukum positif negara ada itu pasal-pasalnya, jadi menurut saya tidak bisa ditoleransi. Ini harus diusut," tegasnya. (ttf/nva/bac)
Ilustrasi laga Liga 2. (Screenshot via instagram @madura.fc_official)